Danantara kaji struktur baru Pertagas dan PGN

28 menit yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan Danantara masih mengkaji struktur perusahaan gas, termasuk kemungkinan penggabungan PT Pertamina Gas (Pertagas) dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Ia mengatakan terdapat sejumlah pilihan struktur yang tengah dipertimbangkan. Pemerintah akan memilih skema yang dinilai memberikan manfaat terbaik bagi Indonesia.

"Ini sedang kita kaji, bagaimana nanti polanya. Tetapi yang paling penting adalah perusahaan gas kita nanti akan main di midstream dan downstream," kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Dony menyampaikan kajian tersebut mencakup pilihan struktur antara Pertagas, PGN, dan perusahaan terkait lainnya. Menurutnya, belum ada keputusan mengenai perusahaan yang akan menjadi induk atau holding.

"Saya belum bisa sampaikan mana yang akan menjadi (holding).. Ini ada beberapa pilihan struktur yang kita lakukan, mana yang terbaik nantinya antara Pertagas, PGN dan lain sebagainya. Ini sedang kita lakukan, intinya mana yang terbaik untuk Indonesia," ujarnya.

Ia menegaskan penentuan struktur tersebut akan mempertimbangkan aspek biaya dan manfaat (cost and benefit). Setiap opsi akan dibandingkan sebelum pemerintah menentukan struktur yang akan digunakan.

Selain penataan struktur korporasi, Dony mengatakan transformasi perusahaan gas juga diarahkan untuk memperkuat bisnis midstream dan downstream. Salah satu rencana yang sedang disiapkan adalah penyaluran gas melalui jaringan ke rumah tangga.

Menurutnya, pemerintah bahkan akan melakukan uji coba penyaluran compressed natural gas (CNG) langsung ke rumah-rumah di sejumlah kota.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan gas domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.

Dony menyebut Indonesia memiliki sumber daya gas, tetapi sebagian besar kebutuhan LPG masih dipenuhi melalui impor. Karena itu, perubahan model bisnis dan infrastruktur gas dinilai diperlukan agar pemanfaatan gas domestik dapat lebih optimal.

"Bayangkan berapa banyak subsidi dari LPG yang kita lakukan dan juga devisa kita harus mengimpor. Nah ini memang transformasi panjang yang kita lakukan dan satu-satu kita ubah bisnis modelnya," imbuhnya.

Baca juga: Danantara serahkan porsi saham BEI kepada OJK

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Genta Tenri Mawangi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya