Rupiah menguat disebabkan harga minyak mentah terus merosot tajam

2 jam yang lalu 1
telah memungkinkan lalu lintas melalui selat (Selat Hormuz) untuk dimulai kembali, sehingga meredakan kekhawatiran pasokan yang membuat harga minyak mentah dunia terus merosot tajam pekan ini

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Kamis sore menguat 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp17.943 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.952 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan ini disebabkan harga minyak mentah yang terus merosot tajam hingga menyentuh di bawah 70 dolar AS per barel untuk WTI Crude Oil.

“Kesepakatan awal pekan lalu untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran telah memungkinkan lalu lintas melalui selat (Selat Hormuz) untuk dimulai kembali, sehingga meredakan kekhawatiran pasokan yang membuat harga minyak mentah dunia terus merosot tajam pekan ini,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Dalam sebuah forum, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan aliran melalui Selat Hormuz hampir sama seperti sebelum dimulainya perang Iran. Setidaknya, 20 juta barel telah keluar dari selat dalam 24 jam terakhir. Wright menambahkan bahwa kembalinya kondisi normal sepenuhnya akan memakan waktu beberapa pekan karena selat tersebut perlu dibersihkan dari ranjau.

Baca juga: Rupiah melemah seiring ekspektasi kenaikan suku bunga Fed

Kesepakatan antara Iran dengan AS itu sendiri menetapkan periode negosiasi selama 60 hari untuk menangani isu-isu yang lebih sulit, termasuk program nuklir Iran. Wright mengatakan minyak bakal terus mengalir melalui selat, bahkan jika kesepakatan tersebut tidak berlaku karena Iran dianggap takkan dapat menutupnya lagi.

Selain itu, Oman membuka rute sementara untuk mempermudah keberangkatan kapal tanker dari Selat Hormuz dengan keterlibatan Organisasi Maritim Internasional.

Perdana Menteri Qatar turut mengunjungi Oman untuk melakukan pembicaraan mengenai dimulainya negosiasi tentang pengelolaan selat di masa depan dengan Iran, Irak, dan negara-negara Teluk.

“Namun penurunan harga minyak ini belum meredam ekspektasi pasar terhadap kebijakan ketat Federal Reserve (Fed), karena bank sentral AS menunjukkan perpecahan di dewan dengan delapan dari 19 anggota memperkirakan kenaikan suku bunga menjelang akhir tahun 2026, sementara mayoritas memperkirakan suku bunga akan tetap stabil,” kata Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.942 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.955 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah pada Kamis pagi melemah jadi Rp17.967 per dolar AS

Baca juga: Rupiah melemah seiring probabilitas pengetatan kebijakan The Fed

Baca juga: Rupiah pada Rabu pagi melemah jadi Rp17.931 per dolar AS

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya