Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat mengikuti bursa kawasan Asia, seiring sentimen koreksinya harga minyak mentah di tingkat global.
IHSG ditutup menguat 115,16 poin atau 1,96 persen ke posisi 5.999,04. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,58 poin atau 1,66 persen ke posisi 587,75.
"Bursa Asia didominasi penguatan karena sentimen investor didukung oleh kemajuan upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang membantu mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik," ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico saat dihubungi Antara di Jakarta, Kamis.
Nico mengatakan koreksi harga minyak telah meredakan kekhawatiran inflasi, dan mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya.
Baca juga: BTN kaji "buyback" di tengah saham yang dinilai "undervalued"
Sementara itu, dari China, People's Bank of China (PBoC) menyatakan akan melakukan overnight reverse repurchase operations pada Senin (29/06) dan Selasa (30/06), guna meningkatkan pengelolaan likuiditas jangka pendek di sistem perbankan.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan aliran dana asing ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor satu tahun dan obligasi pemerintah, dengan total dana masuk mencapai sekitar Rp105 triliun sepanjang Juni hingga saat ini.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran setelah peringkat daya saing Indonesia dalam World Competitiveness Ranking turun 21 peringkat.
“IHSG menguat seiring kembali masuknya aksi beli investor yang memburu saham-saham murah setelah pasar menyentuh level terendah dalam dua pekan,” ujar Nico.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·