Perempuan Pesantren Berpotensi Besar Isi Pos Ekonomi Syariah hingga Perhajian

3 jam yang lalu 2

Cirebon, NU Online

Perempuan pesantren dinilai memiliki potensi besar untuk mengisi berbagai peran strategis di bidang ekonomi syariah dan perhajian. Setidaknya terdapat empat modal utama yang dimiliki untuk berkontribusi di sektor tersebut.


Hal itu disampaikan Direktur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Setiawan Budi Utomo dalam Halaqah bertema Menyiapkan SDM Perempuan Pesantren untuk Ekonomi Syariah dan Perhajian di Ma'had Aly Kebon Jambu, Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (7/6/2026).


Empat potensi yang dimaksud meliputi fondasi fiqih dan akhlak yang kuat, kedekatan dengan tradisi tafaqquh fid din, kapasitas dalam pendampingan dan edukasi umat, serta sensitivitas terhadap kebutuhan jamaah perempuan.


“Perempuan pesantren bukan hanya penerus tradisi, tetapi juga calon penggerak layanan umat dan ekonomi syariah yang profesional,” ujarnya.


Menurut Setiawan, potensi tersebut perlu diperkuat melalui pengembangan kurikulum yang lebih terarah pada bidang ekonomi syariah dan perhajian secara praktis.


“Kompetensi praktis seperti komunikasi, layanan jamaah, digitalisasi, dan manajemen belum dibangun secara sistematis,” katanya.


Lebih lanjut, ia menilai peran perempuan pesantren perlu didukung melalui kurikulum yang lebih relevan dan jalur pengembangan profesi yang jelas. Karena itu, diperlukan peta kompetensi khusus bagi perempuan pesantren, termasuk penguatan mata kajian yang berkaitan dengan ekonomi syariah, haji dan umrah, serta pemberdayaan umat.


Selain penguatan aspek teoritis, ia juga menyoroti pentingnya pengalaman praktik lapangan, program magang, sertifikasi kompetensi, dan kerja sama dengan berbagai lembaga terkait.


“Penguatan kurikulum Ma'had Aly merupakan investasi strategis untuk melahirkan kader perempuan pesantren yang kokoh dalam ilmu, adaptif dalam profesi, dan hadir menjawab kebutuhan umat kontemporer,” ujarnya.


Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menyiapkan perempuan pesantren mengisi berbagai ruang kontribusi baru, seperti tenaga profesional ekonomi syariah, pembimbing ibadah dan pendamping jamaah, pengelola layanan sosial-keagamaan, serta fasilitator pemberdayaan ekonomi umat.


“Sektor modern membutuhkan SDM perempuan yang memahami agama sekaligus siap bekerja secara profesional,” pungkasnya.


Kegiatan yang diselenggarakan NU Online Institute bekerja sama dengan Ma'had Aly Kebon Jambu ini diikuti oleh pengelola Ma'had Aly dan para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Baca Artikel Selengkapnya