KJRI San Fransisco hadirkan layanan konsuler bagi WNI di Alaska

2 hari yang lalu 14

Jakarta (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco, California, Amerika Serikat (AS) menghadirkan layanan Warung Konsuler bagi warga negara Indonesia di Anchorage, Alaska, dalam kunjungan pada 11–12 April 2026, sebagai upaya memperluas akses pelayanan di wilayah terpencil.

Menurut keterangan pers KJRI San Francisco, Kamis (16/4), kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat pelayanan publik sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat dan diaspora Indonesia di wilayah akreditasi yang paling ujung.

Dalam kegiatan tersebut, KJRI San Francisco menyediakan layanan perpanjangan paspor dan konsultasi kekonsuleran secara langsung kepada sekitar 40 WNI yang hadir. Layanan ini menjadi solusi atas tantangan geografis Alaska yang terpisah dari daratan utama AS, sehingga akses terhadap layanan kekonsuleran selama ini terbatas.

Konsul Jenderal Yohpy Wardana menegaskan pentingnya kehadiran negara bagi seluruh WNI di luar negeri.

“Setiap WNI, tanpa memandang jarak geografis, berhak memperoleh pelayanan publik yang optimal,” katanya.

“Kehadiran KJRI San Francisco di Anchorage merupakan komitmen nyata untuk memastikan negara hadir, sekaligus mempermudah akses layanan tanpa harus menempuh perjalanan panjang ke San Francisco,” katanya menambahkan.

Selain memberikan layanan publik, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring diaspora sebagai mitra strategis dalam mendukung diplomasi Indonesia di AS.

Pertemuan tersebut turut menjadi forum dialog untuk menjaring aspirasi diaspora serta mengidentifikasi peluang kerja sama di bidang ekonomi dan sosial budaya. Dalam kesempatan itu, masyarakat Indonesia di Anchorage menyampaikan komitmen untuk terus berperan aktif dalam mempromosikan Indonesia di tingkat lokal.

KJRI mencatat terdapat sekitar 150 hingga 200 WNI dan diaspora Indonesia di Alaska, dengan konsentrasi terbesar berada di Anchorage. Meski jumlahnya relatif kecil, komunitas ini dikenal solid dan saling mendukung.

Salah satu diaspora di Anchorage, Mila Atchison, menyampaikan bahwa semangat kekeluargaan menjadi kunci utama keberlangsungan komunitas Indonesia di wilayah tersebut.

Sebagai kota terbesar di Alaska, Anchorage memiliki posisi strategis sebagai pusat logistik dan transportasi yang menghubungkan Amerika Utara dan Asia. Kota ini juga didukung sektor unggulan seperti energi dan perdagangan.

Profil diaspora Indonesia di Anchorage mencerminkan dinamika tersebut, dengan sebagian besar bekerja di sektor minyak dan gas, logistik, transportasi perkeretaapian, kuliner, serta sebagai pendamping warga negara AS dengan anak berkewarganegaraan ganda terbatas.

Selain perannya sebagai hub logistik, Anchorage juga ditopang sektor energi Alaska yang signifikan bagi perekonomian AS. Wilayah North Slope diperkirakan memiliki sekitar 22 miliar barel minyak dan 124 triliun kaki kubik gas alam, dengan potensi tambahan hingga 590 triliun kaki kubik shale dan tight gas seiring perkembangan teknologi.

Di luar sektor energi, Alaska juga unggul di bidang perikanan, khususnya komoditas King salmon dan Alaskan King Crab yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca juga: Indonesia jajaki kerja sama berbagai bidang dengan California

Baca juga: KJRI San Francisco promosikan wisata, kuliner Indonesia ke agen AS

Pewarta: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya