Di Balik Isu AS Tinggalkan NATO, Ini Fakta yang Diungkap Rutte

2 jam yang lalu 1

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Spekulasi mengenai kemungkinan Amerika Serikat keluar dari NATO kembali mencuat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Namun, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dengan tegas menepis narasi tersebut.

Rutte menyebut anggapan bahwa Washington akan meninggalkan Aliansi Atlantik Utara sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Ia menilai spekulasi tersebut lebih bersifat politis ketimbang mencerminkan realitas strategis.

“Saya tidak melihat kemungkinan AS meninggalkan NATO,” kata Rutte dalam wawancara dengan media Jerman, Welt am Sonntag, dan juga dimuat RT.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap hubungan Amerika Serikat dengan sekutu-sekutunya di Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir, dinamika internal aliansi memang mengalami tekanan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump diketahui kerap melontarkan kritik tajam terhadap negara-negara anggota NATO, khususnya terkait kontribusi anggaran pertahanan.

Trump berulang kali menilai banyak negara Eropa belum memenuhi target pengeluaran pertahanan sebesar 2 persen dari produk domestik bruto, sebagaimana disepakati dalam NATO.

Kritik tersebut memicu kekhawatiran di kalangan analis bahwa komitmen Amerika terhadap NATO dapat melemah. Bahkan, sebagian pihak mulai berspekulasi mengenai kemungkinan perubahan arah kebijakan luar negeri AS.

Namun, Rutte menegaskan bahwa komitmen strategis Amerika terhadap NATO tetap kuat. Ia menilai aliansi transatlantik masih menjadi pilar utama stabilitas keamanan global.

Menurutnya, keberadaan NATO tidak hanya penting bagi Eropa, tetapi juga bagi kepentingan strategis Amerika Serikat sendiri. Hubungan tersebut bersifat timbal balik dan saling menguntungkan.

Rutte juga menyoroti peran krusial payung nuklir Amerika dalam menjaga keamanan kawasan Eropa. Ia menyebut perlindungan tersebut sebagai faktor penentu dalam sistem pertahanan kolektif NATO.

“Payung nuklir Amerika adalah jaminan keamanan utama di Eropa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tidak ada indikasi bahwa Amerika akan menarik perlindungan tersebut dalam waktu dekat. Justru, keberlanjutan komitmen ini dinilai sebagai bagian dari strategi global Washington.

Baca Artikel Selengkapnya