Balita 3 Tahun Tewas di Mobil saat Gelombang Panas Terjang Prancis

2 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang balita berusia tiga tahun meninggal dunia setelah terjebak di dalam mobil di wilayah Saint-Gratien, Paris, saat cuaca panas ekstrem atau gelombang heatwave melanda Prancis, Kamis (25/6).

Kantor kejaksaan lokal melaporkan ini merupakan kasus kematian ketiga imbas cuaca panas ekstrem dalam sepekan terakkhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut jaksa, bocah tersebut masuk ke mobil keluarga ketika sang ayah mengira ia sedang tidur siang. Namun, anak itu tidak dapat keluar kembali karena sistem pengaman anak (child lock) aktif. 

Kematian itu juga dikonfirmasi oleh sumber kepolisian dan badan pertahanan sipil.

Pada Rabu, Prancis mencatat hari terpanas sejak pencatatan suhu dimulai pada 1947, dengan suhu rata-rata nasional mencapai 30 derajat Celsius.

Di Paris, suhu udara bahkan menyentuh 40,3 derajat Celsius pada hari yang sama. Ini menjadikannya kali keempat dalam 150 tahun terakhir suhu di ibu kota Prancis melampaui 40 derajat Celsius.

Jaksa Guirec Le Bras mengatakan bocah tersebut meninggal dunia setelah upaya resusitasi yang dilakukan orang tuanya dan petugas pemadam kebakaran gagal menyelamatkannya.

Berdasarkan temuan awal, sang ibu sedang tidur siang bersama anak kedua mereka yang berusia 18 bulan. Sementara itu, ayahnya bekerja di sebuah gudang di halaman belakang rumah.

Ayahnya sempat menyuruh anak itu tidur siang. Namun, bocah tersebut lolos dari pengawasan orang tuanya selama sedikitnya 45 menit dan masuk ke dalam mobil keluarga yang pintunya tidak terkunci. Meski demikian, sistem pengaman anak di kendaraan tersebut sedang aktif.

"Anak itu tampaknya kemudian menutup pintu mobil dan terjebak di dalam kendaraan hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak sadar oleh kedua orang tuanya," kata Le Bras.

Sang ibu dilaporkan dirawat di rumah sakit akibat syok.

Peristiwa ini menjadi kasus terbaru kematian anak di dalam kendaraan saat gelombang panas ekstrem melanda Prancis.

Pada Senin, jasad dua anak berusia dua dan empat tahun ditemukan di dalam mobil keluarga mereka yang terparkir di area permukiman di kota Carpentras, Prancis selatan.

Berdasarkan perhitungan AFP, sekitar 63 juta orang diperkirakan masih akan menghadapi suhu di atas 30 derajat Celsius pada Kamis, sehari setelah Prancis mengalami malam terpanas sepanjang sejarah pencatatan.

Para pengamat cuaca memperingatkan gelombang panas yang dimulai pekan lalu berpotensi menyaingi gelombang panas tahun 2003 yang menewaskan hampir 15.000 orang di seluruh Prancis.

Hingga kini belum diketahui secara pasti berapa jumlah korban jiwa akibat cuaca panas ekstrem sejak pekan lalu.

Wali Kota Paris, Emmanuel Grégoire, pada Kamis menyatakan angka kematian di ibu kota terus meningkat, meski tidak menyebutkan jumlah pastinya.

Gelombang panas tersebut membuat jutaan warga Prancis kesulitan menjaga rumah mereka tetap sejuk. Pemerintah Prancis menyebut satu dari tiga rumah di negara itu tidak dirancang untuk menghadapi suhu ekstrem. Kondisi ini juga memaksa ribuan sekolah dasar di seluruh Prancis ditutup sementara atau mengurangi jam belajar.

(rds/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya