Korban Gempa Venezuela Bertambah Jadi 188 Orang, Ribuan Terluka

2 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Korban dua gempa besar yang mengguncang Venezuela bertambah menjadi 188 orang per Kamis (25/6). Diperkirakan ratusan orang lainnya hilang dan masih terjebak di reruntuhan bangunan pascagempa.

Laporan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan bangunan-bangunan retak, runtuh, bahkan miring secara berbahaya buntut gempa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan jumlah korban tewas bertambah menjadi 188 orang, sementara 1.520 lainnya terluka.

Upaya penyelamatan berjalan lambat, bahkan banyak korban tewas yang disebut masih terjebak di bawah reruntuhan berjam-jam setelah gempa.

Di sebuah kota di negara bagian La Guaira yang paling parah terdampak gempa, warga tanpa daya mengaku mendengar suara anak kecil berteriak meminta bantuan selama berjam-jam.

"Kami membutuhkan orang-orang, personel militer, untuk datang dan membantu kami agar bisa mengeluarkannya," kata warga bernama Dani Rizo, dikutip AFP.

Tak lama kemudian, warga menyebut anak perempuan yang terjebak itu meninggal dunia.

Di tempat lain di La Guaira, suara tiga orang lainnya juga terdengar dari reruntuhan bangunan.

"Mereka masih hidup. Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan. Kami tidak punya alat, kami tidak punya cara untuk membantu," kata warga bernama Antonio Bermudez.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, mengunjungi La Guaira pada Kamis usai daerah tersebut dinyatakan sebagai "zona bencana".

Hingga kini bantuan mulai berdatangan dari sejumlah negara seperti Swiss, Spanyol, Prancis, Portugal, dan Meksiko yang mengirimkan spesialis dan tim penyelamat.

China, India, Brasil, bahkan Iran yang dilanda perang juga menawarkan bantuan. Amerika Serikat mengatakan pihaknya sedang memobilisasi bantuan sebesar US$150 juta (sekitar Rp2,7 triliun).

(dna)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya