Viral Video Pasukan AS di Kuwait Kocar-kacir saat Digempur Iran

51 menit yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah video yang diperoleh secara eksklusif menunjukkan momen pangkalan militer Amerika Serikat diserang Iran hingga pasukan kocar-kacir.

Video-video ini direkam oleh seseorang yang ditempatkan di Camp Buehring, saat pangkalan AS di Kuwait itu menjadi target serangan Iran di awal perang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rekaman yang diperoleh CBS News memperlihatkan peristiwa ketika serangan datang dan dampak dari ledakannya. Kerusakan pada bangunan dan peralatan militer juga terlihat dalam video tersebut.

Menurut sumber CBS News, di awal perang, Iran mengerahkan rudal dan drone ke Camp Buehring hingga para prajurit Washington di sana berlindung ke dalam bunker. Tiga anggota militer AS juga mengatakan Teheran mengerahkan jet tempur F-5 selama serangan tersebut.

"Mereka datang dan sangat dekat dengan kami sampai saya bisa melihat helm mereka," kata seorang saksi mata.

"Mereka datang, menghantam kami, lalu pergi," lanjutnya.

Serangan ini tidak menewaskan satu pun tentara AS. Namun, sejumlah orang terluka akibat gempuran ini.

Sebelum serangan, tentara-tentara AS memutuskan mundur dari pangkalan karena tak ingin ambil risiko mengingat jarak pangkalan yang cukup dekat dengan Irak. Minimnya amunisi yang tersedia juga mendorong prajurit untuk meninggalkan Camp Buehring.

"Mereka menyerang kami dengan sangat parah," kata sumber militer yang ingin anonim.

"Itu mengerikan. Ada banyak orang pemberani yang tetap tinggal untuk bertempur di sana. Orang-orang di rumah tidak tahu apa yang terjadi. Kami harus meninggalkan pangkalan," ucapnya.

Camp Buehring terletak sekitar 25 mil dari perbatasan Irak, yang beberapa kelompok milisinya bersekutu dengan Iran. Selama lebih dari dua dekade, pangkalan ini berfungsi sebagai tempat transit utama bagi pasukan AS yang dikerahkan di seluruh Timur Tengah.

Sebelum perang, pangkalan ini memiliki sekitar 7.000 prajurit. Namun, sumber-sumber mengatakan sebagian besar prajurit dipindahkan ke tempat lain sebagai bagian dari rencana Pentagon "meninggalkan X", istilah yang merujuk pada tindakan menjauh dari posisi yang rentan terhadap serangan.

Ada lebih dari 100 tentara yang tetap tinggal di camp selama perang. Kondisi mereka cukup riskan karena pangkalan kekurangan kaliber .50 dan amunisi "istimewa" lainnya seperti baterai rudal Patriot.

Para prajurit AS yang memilih pergi sementara itu berkendara di malam hari jauh ke dalam gurun Kuwait menuju sebuah lokasi terpencil yang kini jadi pangkalan operasi garis depan AS.

Di pangkalan gurun tersebut, dua tentara dilaporkan tersambar petir karena badai pasir gurun. Satu tentara menderita luka bakar setelah tersambar langsung, sementara yang lain pecah gendang telinga.

Komando Pusat AS (CENTCOM) sejauh ini enggan berkomentar mengenai serangan di pangkalan Kuwait ini.

Pentagon juga tidak berkomentar dan hanya merujuk kembali pernyataan Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada 4 Maret lalu.

"Saat kami membangun kekuatan tempur ofensif, kami memindahkan sebagian besar pasukan Amerika, yang lebih dari 90 persen merupakan warga Amerika, dalam operasi yang kami sebut X, yaitu keluar dari jangkauan tembakan Iran," kata Hegseth kepada wartawan pada Maret lalu.

(rds)

Baca Artikel Selengkapnya