Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencabut kartu pers jurnalis di Gedung Putih, usai mengumumkan larangan liputan bagi sejumlah media yakni CNN, MS NOW, dan Politico.
Sementara itu Israel melayangkan protes setelah AS menyetujui potensi penjualan jet tempur siluman F-35 ke Arab Saudi.
Iran selain itu disebut telah menetapkan tujuh syarat yang harus dipenuhi AS demi membuka Selat Hormuz dan memulai kembali perundingan antara kedua negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Senin (21/8).
Larangan Trump Mulai Berlaku, Jurnalis Ditolak Masuk Gedung Putih
Reporter CNN Betsy Klein ditolak masuk Gedung Putih pada Sabtu (19/9) pagi waktu setempat setelah kartu persnya dinonaktifkan, sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS)Donald Trump mengumumkan larangan peliputan bagi CNN, MS NOW, dan Politico.
Seorang reporter dan fotografer MS NOW juga ditolak masuk halaman Gedung Putih saat tiba untuk bekerja pada Sabtu pagi.
CNN menyatakan misinya meliput pemerintah AS akan berlanjut meski ada upaya membatasi akses fisik ke Gedung Putih dan gedung pemerintah lain.
MS NOW menyatakan jaringan itu "berniat mengambil segala langkah yang diperlukan untuk membela hak Amandemen Pertama kami dan peran penting jurnalisme independen dalam demokrasi kita".
Trump menuding ketiga media terus memberitakan berita palsu. Ia juga mengancam memperluas larangan ke organisasi lain dan sempat menyebut The New York Times serta The Washington Post sebagai media yang kemungkinan ikut dilarang.
Iran Tetapkan 7 Syarat kepada AS untuk Buka Selat Hormuz
Iran menetapkan tujuh persyaratan yang harus dipenuhi Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan konflik di Selat Hormuz.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaee, Sabtu (19/9) menyatakan tujuh syarat ditujukan kepada AS ini untuk memulai perundingan antara kedua negara.
"Iran telah mengajukan tujuh syarat kepada pemerintah AS untuk memulai perundingan apa pun," ujar Rezaee kepada kantor berita Iran,Tasnim.
"Pesan kami jelas dan tegas - jika AS ingin keluar dari kesulitan yang mereka ciptakan sendiri dan tidak ingin terus terjebak di dalamnya, tidak ada pilihan lain selain menerima syarat-syarat dari Iran," ucapnya kemudian.
AS Setujui Potensi Jual Jet Siluman F-35 ke Arab Saudi, Israel Protes
Amerika Serikat (AS) menyetujui potensi penjualan jet tempur siluman F-35 ke Arab Saudi, menurut pernyataan Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (17/9), dikutip CNN, Jumat (18/9).
Nilai penjualan jet dan peralatan terkait itu diperkirakan US$24,3 miliar atau sekitar Rp432,8 triliun (kurs Rp17.812). Arab Saudi meminta 48 jet F-35 varian lepas landas dan mendarat konvensional, serta 49 mesin Pratt & Whitney F135-PW-100, kata Departemen Luar Negeri.
Penjualan ini semula direncanakan terkait normalisasi hubungan Arab Saudi dengan Israel. Namun, menurut CNN, Trump tampaknya telah meninggalkan syarat itu dan memilih fokus pada penjualan senjata bernilai miliaran dolar.
Pejabat Israel belum langsung berkomentar setelah pengumuman itu. Pada November 2025, saat Trump menyatakan akan menjual jet tersebut ke Saudi, seorang sumber keamanan Israel menyebut perolehan jet generasi kelima oleh Riyadh sangat mengkhawatirkan bagi Israel.
(tim/dna)

47 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·