Terungkap, Delapan Tentara AS Coba Bunuh Diri di USS Lincoln

41 menit yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, Pejabat sementara komandan Angkatan Laut AS, Hung Cao, mengonfirmasi adanya delapan upaya bunuh diri oleh personel yang ditugaskan dalam gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln di Timur Tengah. Ini menambah daftar catatan hitam selama agresi AS ke Iran.

Setidaknya dua diantaranya dilakukan dengan cara melompat ke laut—selama masa penugasan mereka di wilayah tersebut. 

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Senator AS Kirsten Gillibrand pada hari Selasa—yang dilihat oleh CNN—Cao membahas mengenai kualitas hidup di armada tersebut serta moral para personel. Ia menyampaikan tanggapan tersebut mewakili Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth terkait pertanyaan sang senator mengenai laporan adanya anggota awak yang mencoba melukai diri sendiri.

"Sejak awal penugasan kapal Lincoln, tercatat total delapan percobaan bunuh diri di seluruh gugus tugas tempur tersebut," tulis Cao. Secara khusus, ia menyebutkan bahwa seorang pelaut yang bertugas di sayap udara sempat melompat ke laut pada awal Agustus, namun berhasil "diselamatkan dengan cepat", ditangani oleh tim medis, dan "dipindahkan dari kapal untuk perawatan lanjutan". 

"Selain itu, seorang pelaut sempat berupaya melompat ke laut pada bulan Maret namun aksinya digagalkan oleh rekan-rekan sesama pelaut. Pelaut tersebut juga segera mendapatkan penanganan medis dan kemudian dipulangkan ke pangkalan induk," tambah surat itu. 

Cao menyatakan bahwa kapal induk tersebut telah dilengkapi dengan berbagai sumber daya kesehatan mental, termasuk seorang psikolog, tiga teknisi kesehatan perilaku, seorang pekerja sosial klinis, seorang konselor pencegahan terintegrasi yang ditempatkan di kapal, seekor anjing pendamping, dan lima rohaniwan.

Namun, Cao juga mengakui adanya keterbatasan dalam hal pasokan logistik karena kapal sedang menjalankan "operasi tempur berskala besar", yang berdampak pada pengurangan pilihan hidangan utama saat jam makan—dari semula dua pilihan menjadi hanya satu.

Sekitar 5.000 awak kapal Lincoln telah berada di laut selama 286 hari sebelum akhirnya turun di Thailand pada tanggal 1 September, mencetak rekor untuk masa penugasan terlama. Selain satu kali singgah singkat di pelabuhan pada bulan Desember lalu, para awak tidak mendapatkan kesempatan untuk turun ke darat selama kurun waktu tersebut. 

Laporan media AS mengaitkan masalah kekurangan pasokan kapal dengan serangan Iran terhadap berbagai lokasi militer AS di Timur Tengah, terutama kerusakan parah yang dialami pangkalan angkatan laut di Bahrain pada masa-masa awal perang. Angkatan Laut dilaporkan terpaksa beralih menggunakan pulau Diego Garcia di Samudra Hindia sebagai pusat pasokan utama, yang berjarak sekitar 3.540 km dari lokasi operasi USS Lincoln di kawasan Teluk. 

Menurut situs webnya, Naval Support Activity Bahrain menyediakan "layanan dan dukungan bagi kapal-kapal yang sedang berlayar, lokasi-lokasi terpencil di seluruh kawasan tersebut, serta personel militer dan sipil yang tinggal di Bahrain."

Baca Artikel Selengkapnya