Jakarta, CNN Indonesia --
Delegasi dari berbagai negara ramai-ramai meninggalkan ruangan atau walk out (WO), saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB, Kamis (25/9).
Saat Netanyahu berjalan ke mimbar terdengar sorakan "huu" dari audiens. Terdengar pula tepuk tangan dari delegasi Israel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para delegasi yang WO itu membuat ruang sidang hanya terisi sebagian orang, tak ramai seperti biasa. Hanya beberapa negara yang memilih untuk tetap berada di sana. Netanyahu hanya diam dan memandang apa yang terjadi di depannya.
Saat banyak delegasi berjalan ke arah pintu keluar, Presiden Sidang Majelis Umum Khalilur Rahman meminta audiens untuk tertib.
"Tolong tertib di ruang sidang," kata dia.
"Saya perintahkan tertib di ruang sidang," ujar Rahman lagi.
Setelah seruan beruang kali, ruangan akhirnya kondusif dengan sebagian delegasi melangkah pergi.
Netanyahu lantas menyampaikan terima kasih ke Rahman dan menyebut delegasi pengecut.
"Jika masih ada pengecut moral yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang. Terima kasih, banyak," kata Netanyahu.
Israel menuai kecaman dunia usai meluncurkan agresi brutal di Jalur Gaza, Palestina. Beberapa pemerintahan negara lain bahkan melabeli tindakan mereka sebagai genosida.
Agresi tersebut menyebabkan lebih dari 75.000 warga di Palestina tewas, ratusan ribu rumah dan fasilitas sipil hancur, serta jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi.
Israel bersama Amerika Serikat juga makin dikecam setelah menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari.
(isa/dna)

1 jam yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·