Siaga Hadapi Musuh, Pasukan Luar Angkasa AS Siap Perang di Bulan

45 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Dan Caine mengatakan pasukan Negeri Paman Sam harus siap berperang di mana pun termasuk di Bulan.

Caine menyampaikan pernyataan itu ke anggota militer dan pelaku industri pertahanan dalam Konferensi Udara, Luar Angkasa, dan Siber pada Rabu (16/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Militer AS harus beradaptasi sekarang untuk siap tempur, bertahan, dan menang, dari dasar laut hingga wilayah cislunar ," kata dia, dikutip The Guardian. Ruang cislunar adalah istilah yang menggambarkan wilayah antara permukaan bumi dan bulan.

Senada, Kepala Komando Pasukan Tempur Angkatan Luar Angkasa Jenderal Gregory Gagnon mengatakan pasukan Angkatan Luar Angkasa sedang bersiap untuk bertempur di luar angkasa dan di sekitar bulan karena umat manusia kian maju dalam menjelajahi luar angkasa.

"Komunitas intelijen telah menegaskan bahwa calon musuh berupaya memperluas peperangan ke luar angkasa" kata dia.

"Tugas Angkatan Luar Angkasa adalah membantu mempersiapkan diri untuk membela kepentingan AS," imbuh Gagnon.

Gagnon bahkan menyebut China "musuh potensial yang aktif" melakukan sistem tersebut di beberapa bagian ruang angkasa. China telah membentuk pasukan antariksa pada 2024, dengan tugas meningkatkan kemampuan menangani krisis antariksa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan Beijing selalu menjunjung tinggi penggunaan luar angkasa secara damai.

"Sekaligus menjaga ruang angkasa dan menentang persenjataan, militerisasi, dan perlombaan senjata di ruang angkasa," kata Guo.

Pengumuman militer AS siap berperang di wilayah antara orbit Bumi tinggi dan bulan itu muncul beberapa hari setelah sekretaris angkatan udara Troy Meink mengungkapkan Washington telah mengerahkan "senjata kendali ruang angkasa di orbit".

Serangkaian pengumuman tentang persenjataan luar angkasa dari para pejabat militer dalam beberapa hari terakhir bertentangan dengan konvensi dan pemahaman internasional yang telah lama berlaku yang menyatakan bahwa luar angkasa hanya boleh digunakan untuk tujuan damai dan tetap non-militerisasi.

Angkatan Luar Angkasa berdalih bahwa musuh potensial AS mungkin akan berupaya mengubah ruang angkasa menjadi medan pertempuran.

(isa/dna)

Baca Artikel Selengkapnya