Rusia Bakal Kirim 90 Peluncur Rudal Canggih ke Iran

21 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia setuju untuk mengirim 90 rudal canggih membantu Iran di tengah perang dengan Amerika Serikat dan Israel.

Peluncur rudal berpemandu presisi yang biasa digunakan Rusia pada perang lawan Ukraina tersebut nantinya akan dipasangkan pada helikopter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Financial Times (FT) melaporkan bahwa encana pengiriman peluncur rudal itu disebut memperluas dimensi kerja sama militer antara Moskow dan Teheran, dikutip dari Iran International.

Pesanan yang sebelumnya tidak dilaporkan ini menambah bukti bantuan Rusia terhadap militer Iran. Bantuan itu termasuk sebuah program rahasia untuk membantu Teheran mengembangkan rudal jelajah supersonik yang berpotensi mengancam kapal-kapal Angkatan Laut AS di Teluk Persia.

Jadwal produksi industri pertahanan Rusia untuk tahun 2024 dan 2025, yang diperoleh FT, mencantumkan pesanan ekspor 90 peluncur tipe APU-L dari pembeli dengan kode "K-10", sebuah kode yang digunakan oleh eksportir senjata negara Rusia untuk ditujukan pada Iran.

[Gambas:Video CNN]

Peluncur tersebut dirancang untuk membawa rudal berpemandu serbaguna ringan buatan Rusia yang dikenal sebagai LMUR atau Izdeliye 305. Rudal-rudal itu memiliki presisi yang mampu menghantam target bergerak.

Rudal tersebut mulai digunakan oleh militer Rusia pada 2022 dan sejak saat itu telah digunakan secara luas di Ukraina. Operator dapat mengendalikan rudal tersebut selama penerbangan, sehingga memungkinkan penyesuaian sasaran.

Menurut Worldwide Equipment Guide milik Angkatan Darat AS, peluncur APU-L dirancang untuk helikopter serang Mi-28 Rusia dan masing-masing dapat membawa dua rudal.

Iran telah memperoleh helikopter Mi-28 dari Rusia. Pada November 2023, para pejabat Iran mengumumkan bahwa pengaturan untuk pengiriman helikopter tersebut telah dirampungkan.

Menurut laporan Financial Times, gambar-gambar yang muncul secara daring pada Januari 2026 memperlihatkan sebuah helikopter Mi-28 di fasilitas penerbangan di Teheran.

Dokumen produksi tersebut diberikan kepada surat FT oleh Dallas Analytics, sebuah organisasi intelijen swasta asal Ukraina.

Sebuah surat tertanggal Mei 2024 dari produsen rudal Rusia, Vympel, memperingatkan biro pertahanan lain bahwa keterlambatan dalam penyediaan komponen peluncur dapat membahayakan sejumlah kontrak.

(bac)

Baca Artikel Selengkapnya