Ranting NU Jadi Ujung Tombak Perjuangan Organisasi

40 menit yang lalu 4

Sidoarjo, NU Online Jatim

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH Zainal Abidin menuturkan bahwa jajaran Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) merupakan ujung tombak perjuangan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

"Mereka menjadi pelaku utama dalam menjalankan program organisasi sekaligus merawat amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah di tengah masyarakat," tuturnya pada acara pelantikan Rais dan Ketua PRNU se-Kecamatan Sukodono, Sidoarjo sekaligus mujahadah memperingati Hari Santri 2026 oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukodono di halaman kantor MWCNU setempat, Ahad (25/10/2026).

Kiai Zainal menyebutkan, kesempatan menjadi pengurus NU adalah amanah berharga yang tidak dimiliki oleh setiap orang. Oleh karenanya, para pengurus NU harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meneruskan perjuangan para pendahulu dan mewariskan nilai-nilai perjuangan NU kepada para generasi berikutnya.

Dirinya berpesan agar menjadi pengurus NU itu tidak hanya sekadar menyandang jabatan, tetapi benar-benar harus bisa meluangkan waktu dan tenaga untuk mengabdi kepada organisasi NU. “Jangan sampai jadi pengurus NU malah jadi urusannya NU,” pesannya.

Kiai Zainal menegaskan, tanggung jawab pengurus ranting tidak ringan, bahkan dalam beberapa hal lebih berat dibandingkan pengurus di tingkat atas. Sebab, ranting NU menjadi pelaksana utama dari berbagai program organisasi, mulai dari tingkat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), PCNU, hingga MWCNU.

Selain itu, pengurus ranting juga berperan penting dalam menjaga tradisi keagamaan Nahdliyin seperti yasinan, tahlilan, manakiban, dan shalawatan. Pengurus Ranting NU juga menjadi garda terdepan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan kegiatan organisasi.

“Ranting NU itu selain menjadi ujung tombak juga ujung tombok,” ujarnya.

Selengkapnya klik di sini.

Baca Artikel Selengkapnya