PCNU Banjar Kalsel Ajak Santri Lanjutkan Perjuangan Ulama

1 jam yang lalu 4

Banjar, NU Online 

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Ahmad Jauhari, mengajak para santri meneruskan perjuangan ulama terdahulu dan mewariskan semangat tersebut kepada generasi mendatang.

Ajakan itu disampaikan dalam penutupan peringatan Hari Santri 2026 se-Kalimantan Selatan di Alun-Alun Ratu Zalecha, Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa (27/10/2026).

Jauhari mengatakan, peringatan HSN menjadi momentum kebangkitan santri sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kapasitas santriwati dalam berbagai bidang.

“Ini sebuah momen penanda bahwasanya santri-santri itu memasuki era kebangkitannya,” kata Jauhari.

Ia menegaskan, santriwati memiliki kemampuan yang setara dengan santri laki-laki apabila diberi kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi.

“Kita hendak membuktikannya bahwasanya santriwati kalau mereka diberikan kesempatan, mereka juga memiliki kapasitas kemampuan yang sama dengan para santri,” ujarnya.

Jauhari juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Hari Santri baik melalui sumbangan dana, tenaga, pikiran, maupun bentuk dukungan lainnya. Ia berharap seluruh kontribusi tersebut menjadi amal jariyah dan mendapat balasan pahala dari Allah swt.

“Kami mendoakan semoga semua pihak yang membantu terlaksananya acara pada hari ini, mudah-mudahan apa yang mereka berikan, sumbangsih biaya, tenaga dan pikiran, mendapatkan pahala yang besar dari Allah swt, tercatat sebagai amal jariyah sebagai bagian daripada khidmat kepada agama, bangsa dan negara,” tuturnya.

Menurut Jauhari, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan berskala besar tidak terlepas dari kebersamaan, semangat gotong royong, dan keikhlasan seluruh pihak yang terlibat.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk kebersamaan. Tanpa kebersamaan tidak mungkin kegiatan ini berjalan. Tanpa gotong royong tidak mungkin kegiatan ini menjadi besar, dan tanpa keikhlasan tidak mungkin perjuangan ini mendapatkan keberkahan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Martapura dikenal sebagai kota santri yang melahirkan banyak ulama. Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Banjar, menurutnya, merupakan amanah yang harus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi sekarang.

“Ini tidak hanya cerita sejarah, ini tanggung jawab sejarah, ini amanah sejarah bagi kita semua,” tegasnya.

Karena itu, Jauhari mengajak warga NU dan kalangan santri untuk tidak sekadar mengenang kebesaran serta perjuangan ulama terdahulu, tetapi juga meneruskan nilai-nilai perjuangan tersebut dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.

“Kita jangan hanya mengenang kebesaran ulama-ulama masa lalu dan merasa bangga dengan keutamaan mereka, dengan perjuangan mereka, hanya merasakan nikmat dan hasil perjuangan mereka masa lalu. Kita harus meneruskan dan menyambung semangat perjuangan mereka di masa sekarang dan mendatang, juga kita wariskan kepada generasi penerus kita nanti,” katanya.

Ia berharap semangat Hari Santri tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan berakhir, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong kontribusi santri dalam pembangunan agama, bangsa, dan negara.

“Untuk itu, marilah kita terus mengembangkan semangat Hari Santri ini. Tidak hanya selesai hari ini, tetapi ini harus menjadi momentum untuk membangkitkan semangat kebersamaan, untuk berjuang dan berjihad membangun agama dan negara kita,” pungkasnya.

Baca Artikel Selengkapnya