Jakarta, CNN Indonesia --
Peramal terkenal asal Prancis, Nostradamus, meramalkan kebakaran hutan, krisis ekonomi, hingga kiamat yang berpotensi terjadi pada 2027.
Ramalan tersebut kembali menjadi perbincangan setelah sejumlah pengikutnya menafsirkan bait-bait misterius dalam karya Nostradamus sebagai petunjuk mengenai masa depan dunia.
Nostradamus, yang memiliki nama asli Michel de Nostredame, merupakan ahli astrologi dan peramal yang hidup pada abad ke-16. Ia meninggal pada 1566, tetapi tulisan-tulisannya masih menarik perhatian hingga berabad-abad kemudian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pengikutnya meyakini Nostradamus pernah meramalkan berbagai peristiwa besar, mulai dari Revolusi Prancis, Kebakaran Besar London pada 1666, hingga serangan teroris 11 September 2001.
Kini, perhatian mereka tertuju pada 2027. Namun, berbagai ramalan tersebut berasal dari interpretasi modern terhadap tulisan Nostradamus.
Menurut Sky History, salah satu tafsir menyebut Nostradamus memperingatkan meningkatnya cuaca ekstrem dan kebakaran hutan yang dapat menghancurkan sejumlah wilayah.
"Api surgawi dari sisi Barat, / Dan dari Selatan, menjalar ke Timur, / Cacing-cacing setengah mati tanpa menemukan akar sekalipun," demikian bunyi bait ke-27 dalam Century XI.
Sebagian pengikut Nostradamus mengaitkan angka 27 dalam bait tersebut dengan tahun 2027. Mereka berspekulasi bahwa tulisan itu menggambarkan bencana kebakaran dan kerusakan lingkungan.
Meski demikian, tidak ada bukti bahwa Nostradamus sengaja menggunakan angka tersebut untuk merujuk pada tahun 2027.
Selain bencana alam, sejumlah tafsir juga menghubungkan tulisan Nostradamus dengan kemungkinan krisis keuangan global.
Bait ke-28 dalam Century VIII menjadi salah satu dasar spekulasi tersebut. Bait itu menyebut "salinan emas dan perak yang nilainya meningkat" serta kondisi ketika kekayaan terkuras akibat utang.
Bagian tersebut kemudian ditutup dengan kalimat, "Semua naskah dan obligasi akan musnah," seperti dikutip The Oregonian.
Sejumlah pengikutnya menafsirkan tulisan itu sebagai gambaran potensi krisis keuangan pada 2028. Spekulasi tersebut muncul di tengah kekhawatiran terhadap inflasi dan membengkaknya utang nasional Amerika Serikat yang telah melampaui US$40 triliun (Rp723 kuadriliun).
Namun, Nostradamus tidak secara eksplisit menyebut 2027 ataupun 2028 dalam ramalan tersebut. Bahasa yang digunakan juga sangat samar sehingga memungkinkan pembaca dari generasi berbeda menghubungkannya dengan berbagai peristiwa.
Ramalan konflik Timur Tengah hingga Prancis
Selain kebakaran hutan dan krisis ekonomi, sejumlah bait Nostradamus juga ditafsirkan berkaitan dengan konflik geopolitik, khususnya di Timur Tengah dan Prancis.
Sky History menyoroti sebuah bait yang berbunyi, "Melalui api dan senjata tak jauh dari Laut Hitam, / Ia akan datang dari Persia untuk menduduki Trebizond."
Persia merupakan nama historis yang merujuk pada Iran modern. Karena itu, sejumlah pengikut Nostradamus menghubungkan bait tersebut dengan kemungkinan konflik yang melibatkan Iran dan kawasan sekitarnya.
Bait lainnya menyebut seseorang akan "menyerang Dauphin". Dalam sejarah Prancis, Dauphin merupakan gelar bagi pewaris takhta kerajaan.
Sebagian penafsir menghubungkan istilah tersebut dengan Prancis karena negara itu dijadwalkan menggelar pemilihan presiden pada 2027. Presiden Emmanuel Macron tidak dapat kembali mencalonkan diri setelah menjalani dua periode jabatan.
Namun, tidak ada kepastian bahwa tulisan Nostradamus merujuk pada pemilihan presiden Prancis ataupun peristiwa politik tertentu.
Benarkah dunia kiamat pada 2027?
Teori yang lebih dramatis bahkan mengaitkan ramalan Nostradamus dengan kemungkinan akhir dunia pada 2027.
Times of India melaporkan bahwa spekulasi tersebut muncul dari penafsiran gabungan antara tulisan Nostradamus dan "Nubuat Para Paus" (Prophecy of the Popes) yang dikaitkan dengan Santo Malachy.
Dalam salah satu kutipan yang beredar, terdapat gambaran tentang seorang paus yang memimpin pada masa ketika dunia dilanda api dan banjir.
"Singa agung di atas takhta, di zaman akhir / Akan berkuasa atas dunia yang dilalap api dan banjir / Saat bumi bergetar di bawah kaki manusia, dan kepercayaan lama hancur menjadi debu."
Sebagian penafsir menghubungkan ramalan tersebut dengan Paus Leo XIV. Mereka menyoroti penggunaan kata singa yang dianggap memiliki kaitan dengan nama Leo.
Dari penafsiran itu, muncul spekulasi bahwa Leo XIV dapat menjadi paus terakhir dan masa kepemimpinannya bertepatan dengan bencana besar pada 2027.
Meski demikian, tidak ada bukti yang memastikan bahwa ramalan tersebut benar-benar merujuk pada Leo XIV ataupun menandakan akhir dunia. Terlebih, Nostradamus sebelumnya juga disebut-sebut meramalkan kiamat pada 2025. Ramalan tersebut tidak terbukti.
(mge/dna)

57 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·