JAKARTA -- Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menangkap Thomas Wayne Markle Sr., ayah Meghan Markle sekaligus mertua Pangeran Harry, atas dugaan kepemilikan materi eksploitasi seksual anak. Pria berusia 82 tahun tersebut menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara setelah aparat menemukan puluhan barang yang diduga mengandung materi ilegal di dua tempat penyimpanan miliknya di California.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengonfirmasi penangkapan tersebut pada Jumat (6/11/2026). Thomas Markle ditangkap di Lakeland, Florida, setelah FBI melakukan penyelidikan yang melibatkan penelusuran barang-barang miliknya di Amerika Serikat dan informasi dari sejumlah saksi di Filipina.
Menurut DOJ, Markle menghadapi satu dakwaan federal terkait kepemilikan materi eksploitasi seksual anak atau child sexual abuse material (CSAM). Penyidik menyita sekitar 78 barang, termasuk slide fotografi, negatif film, dan buku, dari dua unit penyimpanan yang telah disewa Markle sejak 2008.
Penangkapan tersebut menjadi sorotan internasional karena Markle merupakan ayah kandung Meghan, Duchess of Sussex, yang menikah dengan Pangeran Harry pada Mei 2018. Kasus itu juga kembali menarik perhatian terhadap hubungan keluarga Meghan yang telah lama mengalami keretakan.
Perkembangan terbaru menunjukkan Markle telah menjalani sidang perdana di pengadilan federal Tampa, Florida, pada hari penangkapannya. Menurut Reuters, hakim mengizinkannya menunggu proses hukum berikutnya di luar tahanan dengan ketentuan menjalani tahanan rumah dan pemantauan elektronik.
Meski telah ditangkap dan didakwa, Markle belum dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Ancaman hukuman 20 tahun merupakan batas maksimum pidana apabila dakwaan terhadapnya terbukti melalui proses hukum.
FBI Temukan 78 Barang dari Dua Tempat Penyimpanan
Penyelidikan terhadap Thomas Markle berkembang setelah FBI menerima informasi mengenai dugaan penemuan materi eksploitasi seksual anak di antara barang-barang miliknya di Filipina. Informasi tersebut diterima pada Oktober 2026, ketika aparat memperoleh keterangan dari sejumlah saksi mengenai kemungkinan keberadaan barang serupa di Amerika Serikat.
Menurut dokumen pengadilan, seorang saksi menandatangani pernyataan tertulis mengenai penemuan materi mencurigakan di antara barang milik Markle di Filipina. Saksi lainnya memberikan informasi bahwa Markle menyewa tempat penyimpanan di kawasan Los Angeles, California.
Berdasarkan keterangan tersebut, penyidik menelusuri lokasi penyimpanan yang terdaftar atas nama Markle. Penyelidikan kemudian mengarah pada dua unit berbeda yang telah digunakan selama hampir dua dekade.
FBI memperoleh surat perintah penggeledahan dari pengadilan federal sebelum memasuki kedua unit tersebut. Dokumen DOJ menyebut Markle menyewa kedua tempat penyimpanan sejak 2008 dan pembayaran terakhir masih dilakukan secara otomatis pada Oktober 2026.
Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita sekitar 78 barang yang diduga berkaitan dengan materi eksploitasi seksual anak. Barang-barang tersebut mencakup slide fotografi, negatif film, serta buku yang mengandung gambar mencurigakan.
Dokumen penyelidikan merinci sekitar 27 barang dari unit pertama dan 51 barang dari unit kedua. Jumlah tersebut merujuk pada barang yang disita, bukan berarti FBI hanya menemukan 78 foto atau telah mengidentifikasi 78 korban.
Menurut affidavit FBI, sejumlah gambar memperlihatkan seorang pria dewasa yang oleh saksi diidentifikasi sebagai Thomas Markle bersama anak perempuan di bawah umur dalam situasi yang diduga bersifat seksual. Dokumen tersebut juga menguraikan gambar lain yang menunjukkan seorang anak di sebuah ruangan yang diduga merupakan bagian dari jaringan penginapan di Filipina.
Identifikasi pria dalam gambar tersebut merupakan bagian dari keterangan saksi dan temuan penyidik yang digunakan untuk mendukung dakwaan. Kebenarannya masih harus diuji melalui proses hukum.
Jaksa federal menilai temuan tersebut memberikan dasar untuk menjerat Markle dengan dugaan kepemilikan materi eksploitasi seksual anak. Namun, dokumen pengaduan pidana belum merupakan putusan pengadilan mengenai kesalahan terdakwa.
Penyelidikan Bermula dari Filipina
Keterkaitan kasus tersebut dengan Filipina menjadi salah satu bagian penting penyelidikan FBI. Thomas Markle diketahui pernah tinggal di negara Asia Tenggara itu sebelum kembali ke Amerika Serikat.
Menurut Reuters, aparat Filipina mulai menyelidiki dugaan kepemilikan materi eksploitasi seksual anak pada Oktober 2026. Penyelidikan tersebut berkembang setelah muncul laporan mengenai temuan barang mencurigakan di tempat tinggal Markle sebelumnya.
Associated Press melaporkan bahwa putra Markle, Thomas Markle Jr., disebut menemukan gambar-gambar mencurigakan ketika memeriksa barang peninggalan ayahnya di Filipina. Ia kemudian dilaporkan menghubungi pihak berwenang terkait temuannya.
Informasi tersebut menjadi salah satu titik awal perhatian aparat terhadap perkara ini. Namun, dokumen dakwaan federal menggunakan penyebutan saksi secara anonim untuk melindungi identitas serta informasi sensitif dalam penyelidikan.
Pada tahap berikutnya, FBI mengumpulkan keterangan mengenai tempat penyimpanan di California. Informasi dari para saksi digunakan untuk memperoleh surat perintah penggeledahan dan menelusuri keberadaan barang yang menjadi dasar perkara.
Menurut Reuters, setidaknya salah satu gambar yang diperiksa aparat memiliki petunjuk lokasi yang mengarah pada sebuah hotel atau motel di Filipina. Unsur lokasi tersebut menjadi bagian dari penyelidikan, meskipun pemerintah belum mengungkap seluruh tempat dan waktu yang diduga berkaitan dengan pembuatan gambar.
FBI menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Karena itu, belum dapat disimpulkan apakah perkara akan berkembang menjadi dakwaan tambahan atau melibatkan tersangka lain.

26 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·