Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengundurkan diri dari jabatan di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS).
Wakil kepala komunikasi kantor presiden Iran, Mehdi Tabatabaei, mengatakan Presiden Masoud Pezeshkian telah menerima pengunduran diri Paknejad dan menunjuk Hamid Bovard sebagai pelaksana tugas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada penjelasan mengenai pengunduran diri Paknejad. Paknejad mundur saat AS menjatuhkan sanksi yang belum pernah dilakukan sebelumnya terhadap Iran, khususnya yang menargetkan sektor perminyakan Teheran.
Bovard sebelumnya menjabat sebagai kepala Perusahaan Minyak Nasional Iran. Ia telah menghabiskan sebagian besar kariernya di bidang operasi ladang minyak.
Pada Sabtu (3/10), Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan tidak ada lagi pengiriman minyak Iran di laut dan bahwa pendapatan minyak Iran pekan ini diprediksi nol.
Pada 25 Agustus lalu, Kementerian Keuangan AS meluncurkan Operasi Pengasingan Ekonomi, sebuah kampanye sanksi besar-besaran yang bertujuan mengisolasi Iran sepenuhnya dari sistem keuangan global.
Target utama operasi ini yaitu bank hingga perusahaan perantara asing yang membantu Iran mencairkan pendapatan minyak mereka.
(blq/dna)

55 menit yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·