REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Amerika Serikat menarik seluruh pesawat pengebom jarak jauh yang ditempatkan di RAF Fairford, Inggris, kembali ke pangkalan asalnya di Amerika. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul ancaman keamanan baru yang disebut sebagai “insiden nyata”.
Penarikan berlangsung hanya beberapa hari setelah aparat kontraterorisme Inggris menangkap sejumlah orang terkait dugaan rencana serangan terhadap RAF Fairford. Pangkalan di Gloucestershire itu selama ini menjadi salah satu titik penting operasi pesawat pengebom Amerika di Eropa.
“Seluruh pesawat pengebom AS yang sebelumnya dikerahkan ke RAF Fairford telah kembali ke pangkalan asal mereka di Amerika Serikat,” sebagaimana diberitakan CNN pada Ahad (4/10/2026).
Namun, Washington belum menjelaskan secara terbuka alasan di balik pemindahan tersebut. Seorang sumber yang mengetahui persoalan itu menggambarkan ancaman terbaru sebagai sebuah “real world incident” atau insiden nyata di lapangan.
Reuters pada Ahad (4/10/2026) juga melaporkan Amerika Serikat telah menarik pesawat B-1 dari RAF Fairford menyusul meningkatnya kekhawatiran keamanan di pangkalan tersebut. Pentagon mengonfirmasi penempatan pesawat itu telah diakhiri dan bomber dikembalikan ke Amerika Serikat.
Air & Space Forces Magazine melaporkan 12 pesawat B-1B Lancer meninggalkan RAF Fairford pada 4 Oktober. Pentagon dan Komando Eropa AS menyatakan seluruh bomber yang dikerahkan ke Fairford telah kembali ke pangkalan mereka di Amerika Serikat.
Meski demikian, kepulangan B-1 tidak berarti kemampuan serangan jarak jauh Amerika berhenti. Militer AS menegaskan armada bomber B-1, B-2, dan B-52 tetap mampu menjalankan misi global langsung dari wilayah Amerika Serikat.
RAF Fairford sendiri bukan pangkalan biasa dalam arsitektur kekuatan udara Amerika di Eropa. Pangkalan tersebut selama bertahun-tahun digunakan sebagai forward operating location bagi pesawat pengebom Amerika dan mendukung operasi Air Force Global Strike Command.
B-1B Lancer merupakan pesawat pengebom jarak jauh yang mampu membawa persenjataan konvensional dalam jumlah besar. Pesawat ini juga pernah ditempatkan di Fairford dalam berbagai Bomber Task Force Amerika untuk memperkuat kemampuan operasi bersama negara-negara NATO.
Posisi strategis Fairford membuat perkembangan keamanan di sekitar pangkalan itu mendapat perhatian serius. Pangkalan tersebut juga telah digunakan dalam operasi militer Amerika terkait konflik dengan Iran.
Sorotan terhadap keamanan Fairford meningkat setelah lima pria ditangkap di sekitar pangkalan pada 27 September. Penangkapan dilakukan setelah muncul laporan mengenai aktivitas mencurigakan yang melibatkan beberapa kendaraan di sekitar fasilitas militer tersebut.
Polisi kemudian menemukan sejumlah bahan bakar di dalam kendaraan yang diperiksa, tetapi tidak menemukan bahan peledak. Kelima pria tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan sambil penyelidikan terus berjalan.
Penyelidikan berkembang ketika polisi Inggris kembali menangkap seorang pria berusia 25 tahun berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran di London. Penangkapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan mengenai dugaan rencana yang berkaitan dengan RAF Fairford.

59 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·