Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menggagas pembentukan blok 'Negara-Negara yang Berkembang Pesat' (Thriving States).
Ia mengusulkan blok itu bagi negara-negara kecil tetapi berhasil mengubah keterbatasan ukuran wilayahnya menjadi sebuah keunggulan.
Jassim mendorong negara-negara itu mengambil peran kolektif dalam mewujudkan perdamaian global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu, saya ingin mengusulkan sebutan yang berbeda untuk kelompok negara tertentu: negara-negara yang tangkas, stabil, makmur, dan tepercaya, yang telah mengubah ukuran wilayah mereka menjadi sebuah keunggulan serta menjadi kontributor penting bagi perdamaian dan kemakmuran global. Saya menyebut mereka sebagai 'Negara-Negara yang Berkembang Pesat'," ujar Jassim mengutip Anadolu Agency, Sabtu (7/11).
Ia menyatakan gagasannya itu berpendapat bahwa negara-negara yang berkembang pesat ini telah menjadi kontributor krusial bagi kemakmuran global sekaligus juga berperan penting dalam perdamaian internasional.
Jassim menyebut hal itu tercapai bukan melalui inisiatif individu, melainkan melalui pendekatan kolektif, terstruktur, dan akumulatif.
Selain itu, ia juga memperingatkan bahwa negara-negara yang lebih kecil ini semakin sering menjadi korban pertama dari konflik yang bukan mereka ciptakan.
Jassim mengakui bahwa negara-negara yang berkembang pesat ini tak dapat menyelesaikan tantangan-tantangan tersebut sendirian, dan juga tidak bisa menggantikan peran negara-negara besar.
"Namun, dengan menggabungkan keahlian, kemampuan ekonomi, dan jaringan diplomatik mereka, negara-negara ini dapat membantu membangun serta menjaga rantai perdamaian dan stabilitas bagi dunia," katanya.
Jassim menyatakan negara-negara tersebut tidak bisa menyerahkan tanggung jawab atas stabilitasnya kepada pihak lain, dan mereka juga tidak boleh pasif.
"Sejarah dipenuhi oleh jejak mereka yang hanya menjadi penonton pasif; sejarah hanya merayakan mereka yang bertindak untuk membentuk jalannya peristiwa," ujar dia.
(mnf/wiw)

2 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·