Kisah Penyadapan Kantor Kedubes AS di Rusia, Hanya Lewat Ukiran Kayu

40 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu kisah penyadapan yang tergolong unik dan membuat decak kagum adalah saat hubungan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet (Rusia) merenggang setelah Perang Dunia 2.

Pada tahun 1945, sekelompok anak muda yang dinamakan Organisasi Pionir Seluruh Uni, semacam pramuka Rusia, memberikan hadiah replika ukiran kayu lambang negara Amerika Serikat (Great Seal of the United State) kepada Duta Besar AS saat itu, W. Averell Harriman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lambang burung kepala elang itu dengan ukiran indah itu, membuat sang dubes memasangnya di ruang kerja yang juga rumah dinas di Spaso.

Tanpa ia sadari, hadiah tersebut telah terpasang sebuah "serangga elektrik", berupa mikrofon yang diberi nama Chrysostom (atau Golden Mouth).

Yang menakjubkan, chrysostom bisa bertahan selama masa bakti empat orang Duta Besar AS tanpa baterai sama sekali, hanya berupa ruang beresonansi dengan dinding depan yang fleksibel seperti diafragma, yang akan mengubah dimensinya saat terkena gelombang suara.

Benda tersebut dikendalikan oleh sinyal radio dari gedung yang terletak di seberang kedutaan, dikutip dari mental floss.

Perangkat tersebut merupakan gagasan dari penemu Rusia, Léon Theremin. Di AS, Theremin paling dikenal karena alat musiknya yang dinamai sesuai namanya, theremin , yang ia ciptakan saat bekerja untuk militer Soviet pada tahun 1920.

[Gambas:Video CNN]

Namun, hampir dua dekade setelah menciptakan alat musik tersebut, Theremin mendapati dirinya berada di gulag Siberia. Setelah berada di dalam sistem penjara, ia direkrut untuk menciptakan perangkat pendengar radio berteknologi tinggi di laboratorium rahasia.

Nah, lewat benda ciptaannya ini, seluruh isi pembicaraan dan rencana dari kantor duta besar AS di Rusia, bisa disadap terlebih dahulu bahkan sebelum disampaikan kepada pimpinan di AS.

Pihak AS akhirnya menyadari kehadiran 'serangga' tersebut pada 1952, saat sinyal radio Chrysostom termodulasi. Awalnya, AS tak tahu bahwa mikrofon tersebut tersembunyi di balik gambar elang pada emblem tersebut. Artinya, selama tujuh tahun seluruh pembicaraan di rumah dan ruang kerja duta besar berhasil disadap.

Pihak Inggris lah yang pertama kali menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Pada tahun 1951, seorang operator radio Inggris sedang memantau lalu lintas radio angkatan udara Soviet, dalam upaya spionase mereka sendiri, ketika ia mengenali suara Atase Udara Inggris.

Tidak sepenuhnya jelas apa yang terjadi selanjutnya, tetapi tahun berikutnya, seorang Amerika yang mendengarkan lalu lintas radio militer menangkap percakapan yang menampilkan suara-suara beraksen Amerika yang jelas-jelas berasal dari Rumah Spaso.

Beberapa kali penyisiran untuk mencari alat penyadap di kedutaan, yang dikoordinasikan dengan kepindahan duta besar AS yang baru, George F Kennan, pada Mei 1952, tidak menemukan apa pun.

Tetapi pada 12 September 1952, dengan kecurigaan yang masih ada, teknisi keamanan Departemen Luar Negeri Joseph "the Rug Merchant" Bezjian dan John Ford melakukan pencarian lain sebagai tindakan pencegahan, karena mengetahui bahwa Soviet terkadang mencabut alat penyadap dan kemudian memasangnya kembali.

Atas arahan Bezjian, Kennan duduk di mejanya dan mendiktekan pesan penting kepada sekretarisnya sementara Bezjian mencari di ruangan itu dengan alat radionya.

Ketika dia menyalakan penerimanya, dia langsung menangkap sinyal. Sesuatu sedang menyiarkan suara Kennan dari ruang kerja di bawah, dan itu sesuatu yang sangat dekat. Beberapa menit kemudian, tim menemukan apa yang mereka cari-tergantung tepat di dinding.

Malam itu, Bezjian tidur dengan alat itu di bawah bantalnya agar tidak bisa dicuri kembali oleh Soviet. Alat itu dikirim ke Washington, DC, keesokan harinya untuk dipelajari.

(imf/bac)

Baca Artikel Selengkapnya