LPS sebut hampir 2 juta rekening simpanan nasabah di Bank Sumut

1 jam yang lalu 3
Berdasarkan laporan yang kami terima, hampir seluruh rekening simpanan nasabah Bank Sumut tercatat program penjaminan LPS

Medan (ANTARA) - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan hampir dua juta jumlah rekening simpanan nasabah di PT Bank Sumut (Perseroda) telah menjadi bukti kepercayaan nasabah tetap terjaga.

"Per Agustus 2026, sekitar 1,99 juta rekening simpanan nasabah Bank Sumut tercatat dalam cakupan penjaminan LPS," tegas Direktur Eksekutif Keuangan dan Investasi LPS Hafiz Ashady setelah kunjungan kerja Badan Supervisi LPS bersama Komisi XI DPR RI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Kantor Pusat Bank Sumut, Medan, Sabtu.

Pihaknya memberikan apresiasi atas kepatuhan Bank Sumut dalam menjalankan program penjaminan simpanan.

Bank pembangunan daerah (BPD) ini memenuhi kewajiban program penjaminan, termasuk pembayaran premi tepat waktu dan sesuai ketentuan.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, hampir seluruh rekening simpanan nasabah Bank Sumut tercatat program penjaminan LPS," tutur Hafiz.

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah mengatakan, kepatuhan dan perlindungan nasabah menjadi bagian dari transformasi bisnis perseroan.

Cakupan penjaminan itu tetap mengikuti ketentuan LPS, termasuk batas maksimal simpanan yang dijamin sebesar Rp2 miliar per nasabah setiap bank, serta persyaratan lain yang berlaku.

Bank Sumut terus memperkuat edukasi kepada nasabah melalui customer service, frontliner, relationship manager dan kanal digital.

"Transformasi Bank Sumut bukan hanya soal pertumbuhan bisnis. Kami juga ingin pertumbuhan itu dibangun dengan tata kelola, kepatuhan, dan pengelolaan risiko yang semakin kuat,” kata Heru.

Di sisi bisnis, BPD milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini juga terus mendorong peningkatan porsi kredit produktif, salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Perseroan juga memperoleh tambahan kuota KUR sebesar Rp1 triliun menjadi Rp2 triliun, di antaranya Rp800 miliar akan disalurkan hingga akhir tahun ini.

Selain itu, aset Bank Sumut mencapai sebesar Rp49,8 triliun mengalami pertumbuhan sekitar 4,8 persen secara tahunan hingga Agustus 2026.

"Untuk dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp40,8 triliun, sedangkan kredit mencapai Rp32,3 triliun dengan porsi kredit produktif sekitar 34,47 persen," tuturnya.

Selain kredit produktif, Heru juga membeberkan, Bank Sumut memperkuat transaksi perbankan melalui digitalisasi, termasuk mobile banking dan QRIS merchant.

Hingga Agustus 2026, transaksi QRIS merchant mencapai 3,6 juta transaksi senilai Rp442,7 miliar, sementara transaksi mobile banking sebesar Rp18,5 triliun.

OJK dalam pertemuan ini menyampaikan, kondisi Bank Sumut secara umum tetap kuat, terutama dari sisi permodalan. Modal inti berada sekitar Rp4,4 triliun dengan rasio kecukupan modal sekitar 21 persen.

"Pertumbuhan kredit harus tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian. Kami juga ingin kredit tumbuh, tetapi kualitas aset dan pengelolaan risikonya harus semakin baik," papar Heru.

Baca juga: Bank Sumut raih penghargaan OJK lewat literasi dan inklusi keuangan

Baca juga: Bank Sumut bersama Pemkab Taput perkuat KUR usaha mikro dan petani

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya