BI perkuat rantai nilai halal Indonesia agar berdaya saing global

49 menit yang lalu 3

Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) -

Bank Indonesia (BI) memperkuat rantai nilai halal Indonesia secara terintegrasi dari sisi produksi hingga pasar untuk meningkatkan daya saing produk halal Indonesia dan memperluas penetrasinya ke pasar global.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan penguatan ekosistem tersebut menjadi salah satu arah utama kebijakan BI dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah agar potensi besar Indonesia dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian.

“Yang pertama adalah penguatan ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi dan berdaya saing, dari sisi supply, demand, sampai lembaga pendukungnya kita lihat semua menjadi satu kesatuan,” katanya dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya, Sabtu.

Menurut Destry, pengembangan rantai nilai halal tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan produk tetapi juga membutuhkan ekosistem yang saling terhubung sehingga pelaku usaha, pasar, lembaga pendukung, dan sektor pembiayaan dapat berkembang secara bersama.

Ia mengatakan Indonesia telah memiliki beragam produk ekonomi halal seperti makanan halal dan modest fashion, sementara sektor pariwisata ramah Muslim juga mulai berkembang sehingga perlu diperkuat dengan ekosistem yang mampu menghubungkan seluruh potensi tersebut.

Untuk memperkuat ekosistem itu, BI juga mendorong pengembangan pembiayaan syariah melalui kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Syariah Nasional (DSN), akademisi, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam merumuskan produk keuangan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

“Produk keuangannya yang terbatas, ini pekerjaan rumah kita, sehingga produk-produk keuangan syariah harus terus kita dorong dan dikembangkan,” ujar dia.

Ia menilai perluasan produk dan akses pembiayaan penting agar pelaku usaha dalam rantai nilai halal tidak hanya mampu menghasilkan produk namun juga memiliki dukungan permodalan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing.

Selain pembiayaan, BI akan memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah agar masyarakat dan pelaku usaha yang telah memiliki pemahaman mengenai prinsip syariah dapat lebih mudah mengakses produk keuangan yang tersedia.

Destry menekankan seluruh upaya tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, industri, lembaga keuangan, dan masyarakat agar rantai nilai halal Indonesia semakin terintegrasi dan mampu menangkap peluang pasar global.

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya