Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan kritik tajam ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) saat pidato di Sidang Majelis Umum, Selasa (22/9).
Erdogan menyoroti peran dan keanggotaan Dewan Keamanan PBB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sistem yang bergantung terhadap kehendak lima negara bukan sistem yang adil dan membangun kepercayaan," kata dia saat pidato.
Lima negara yang dimaksud adalah anggota tetap DK PBB yakni Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan Prancis. Mereka punya hak veto yang berpengaruh terhadap keluar atau tidaknya sebuah resolusi.
Resolusi itu bisa menjadi jangkar atau panduan komunitas internasional mengambil tindakan.
"Dewan Keamanan mutlak harus direformasi sesuai dengan prinsip bahwa dunia lebih besar daripada lima negara," ungkap Erdogan.
Lebih lanjut, dia juga menyarankan PBB untuk bersikap tegas terkait krisis yang terjadi di sejumlah wilayah di dunia ini.
Erdogan menekankan jika PBB ingin mendapat dukungan penuh dan kepercayaan dari komunitas internasional langkah yang diperlukan yakni memastikan anak-anak di wilayah konflik aman.
"Saat anak-anak Palestina menengadah ke langit, mereka akan melihat layang-layang yang terbang bebas, bukan jet tempur, UAV, atau pesawat nirawak (drone)," ungkap Erdogan.
"Anak-anak di Lebanon tidak akan terbangun di tengah malam karena suara ledakan bom."
Erdogan memang berulang kali menyerukan perombakan anggota tetap DK PBB. Dia bahkan pernah menyarankan penghapusan hak veto yang dimiliki anggota tetap dewan itu.
(isa/rds)

1 jam yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·