Trump Terima Kasih ke RI sampai Presiden Suriah Buka IG di Sidang PBB

47 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengucapkan terima kasih untuk Indonesia, yang berkomitmen mengirimkan pasukan ke Jalur Gaza, sebagai bagian dari Board of Peace (BoP).

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-81 di New York, pada Selasa (22/9).

Sementara itu viral Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa ketahuan sedang scrolling Instagram, kala Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tengah menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Kamis (24/9).

Pidato di Sidang PBB, Trump Sampaikan Terima Kasih ke Indonesia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan terima kasih ke Indonesia, saat ia berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, pada Selasa (22/9).

Trump menyinggung soal Pasukan Stabilisasi Internasional yang dikerahkan ke Jalur Gaza sebagai bagian dari program Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).

"Saya juga ingin berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkomitmen mengerahkan pasukan, personel kepolisian, dan memberikan pelatihan untuk membantu menstabilkan Gaza, termasuk Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, Yordania, dan yang lain," kata Trump di Sidang PBB.

Presiden Suriah Ahmed Al Sharaa tertangkap kamera scrolling media sosial Instagram dalam sesi debat umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB).

Al Sharaa tampak bermain HP saat Presiden Turki Reccep Tayip Erdogan menyampaikan pidato di forum tersebut.

Dalam rekaman itu, Al Sharaa terlihat menutupi HP dengan kedua tangannya. Dia juga tampak mengenakan headphone. Aktivitas Al Sharaa scrolling Instagram dalam forum tersebut menjadi sorotan netizen.

Calon Gubernur Peru Ditembak Mati saat Blusukan ke Pasar Jelang Pemilu

Calon gubernur Anchas di Peru sekaligus eks jurnalis, Susy Aponte Polo, ditembak mati saat kampanye di pasar Kota Caraz pada pekan lalu.

Insiden tersebut terjadi pada 19 September. Ketika itu, Polo sedang berjalan menyusuri pasar dan tiba-tiba orang tak dikenal menembak kepalanya dari belakang hingga tewas.

Setelah melalui berbagai penyelidikan, penegak hukum Peru menyatakan insiden ini sebagai pembunuhan terencana, bukan femisida.

Sebelum mencalonkan diri, Polo adalah pengelola media digital bernama China Polo Dominical.

(tim/dna)

Baca Artikel Selengkapnya