Salah satu perintah Allah kepada umat Islam ialah menggunakan harta yang dimiliki dengan baik. Di antara caranya ialah menyisihkan harta yang dimiliki untuk diinfakkan kepada orang yang membutuhkan.
Teks khutbah Jumat berikut berjudul "Khutbah Jumat: 3 Cara Menggunakan Harta yang Baik Menurut Imam Al-Ghazali". Untuk mencetak naskah khutbah Jumat ini, silakan klik ikon print berwarna merah di atas atau bawah artikel ini (pada tampilan dekstop). Semoga bermanfaat.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ مُسْتَوْجِبِ الْحَمْدِ بِرِزْقِهِ الْمَبْسُوْطِ وَكَاشِفِ الضُّرِّ بَعْدَ الْقُنُوْتِ الَّذِي أَمَرَنَا بِالطَّاعَةِ وَالْعِبَادَةِ، وَنَهَانَا عَنِ الْغَفْلَةِ وَالتَّفْرِيطِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ, فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Segala puji dan syukur mari sama-sama kita haturkan ke hadirat Allah swt. Sebab atas berkat rahmat-Nya, kita bisa berkumpul di siang hari ini untuk melaksanakan shalat Jumat berjamaah.
Shalawat beserta salam tak lupa semoga tercurahkan bersama kepada baginda kita, Nabi Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, sahabatnya, dan semoga melimpah kepada kita semua selaku umatnya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
Khatib juga tak lupa untuk memberikan wasiat dan mengajak pada jamaah sekalian sekaligus diri pribadi agar selalu meningkatkan takwa kepada Allah Swt dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Salah satu perintah Allah kepada umat Islam ialah menggunakan harta yang dimiliki dengan baik. Di antara caranya ialah menyisihkan harta yang dimiliki untuk membantu orang yang membutuhkan.
Dalam Al-Qur’an, Allah swt sendiri memberi perintah kepada umat Islam untuk menginfakkan sebagian harta yang dimiliki sebelum kematian datang menjemput. Sebab saat seseorang telah meninggal maka yang tersisa ialah penyesalan karena tidak dapat menggunakan hartanya dengan baik saat di dunia.
Allah swt berfirman dalam Surat Al-Munafiqun ayat 10:
وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
Artinya: “Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata (sambil menyesal), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh.”
Ayat yang baru saja kita dengarkan merupakan perintah untuk menggunakan harta yang dimiliki dengan baik. Pada ayat di atas, Allah memerintahkan kepada kita untuk menggunakan harta yang kita miliki untuk beribadah kepada-Nya sebelum kematian datang menjemput. Sebab saat kematian datang menjemput sedangkan kita tidak menggunakan harta yang dimiliki dengan baik maka akan berakhir dengan penyesalan di akhirat.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Lalu, bagaimana cara kita memanfaatkan harta yang dimiliki dengan sebaik-baiknya?
Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin juz 3 halaman 236 menjelaskan bahwa ada tiga cara menggunakan harta dengan baik menurut ajaran Islam. Pertama, menggunakan harta untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, baik untuk beribadah maupun sebagai sarana untuk beribadah kepada Allah.
النَّوْعُ الْأَوَّلُ أَنْ يُنْفِقَهُ عَلَى نَفْسِهِ إِمَّا فِي عِبَادَةٍ أَوْ فِي الْاِسْتِعَانَةِ عَلَى عِبَادَةٍ
Artinya: “Bagian pertama ialah menginfakkan harta kepada diri sendiri baik untuk beribadah ataupun sebagai sarana untuk beribadah.”
Menggunakan harta untuk beribadah kepada Allah misalnya seperti menggunakan harta yang kita miliki untuk pergi melaksanakan haji ataupun umrah. Sedangkan menggunakan harta sebagai sarana untuk beribadah misalnya seperti menggunakan harta untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia seperti membeli makanan, pakaian, tempat tinggal dan kebutuhan lainnya yang merupakan sarana untuk beribadah kepada Allah.
Dengan menggunakan harta yang kita miliki untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka diharapkan hati kita akan bisa fokus untuk beribadah kepada Allah. Oleh karenanya, harta yang digunakan sebagai sarana untuk beribadah pun akan dinilai ibadah oleh Allah.
Imam Al-Ghazali dalam hal ini menyampaikan:
فَإِنَّ هَذِهِ الْحَاجَاتِ إِذَا لَمْ تَتَيَسَّرْ كَانَ الْقَلْبُ مَصْرُوْفًا إِلَى تَدْبِيْرِهَا فَلَا يَتَفَرَّغُ لِلدِّيْنِ وَمَا لَا يُتَوَصَّلُ إِلَى الْعِبَادَةِ إِلَّا بِهِ فَهُوَ عِبَادَةٌ
Artinya: “Apabila kebutuhan-kebutuhan (hidup) ini belum terpenuhi maka akan memalingkan hati untuk mengurusnya sehingga hati tidak akan bisa fokus dalam beribadah. Sesuatu yang menjadi perantara untuk beribadah maka juga akan bernilai ibadah.”
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Kedua, menggunakan harta untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Imam Al-Ghazali menjelaskan harta yang kita miliki tidak semestinya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Ada hak orang lain yang juga perlu kita perhatikan.
Ketika kita membantu orang yang membutuhkan, memberikan sedekah kepada yang kekurangan, atau memberikan upah yang layak kepada orang yang bekerja untuk kita, maka harta tersebut dapat menjadi jalan untuk menghadirkan kebaikan.
النَّوْعُ الثَّانِي مَا يَصْرِفُهُ إِلَى النَّاسِ وَهُوَ أَرْبَعَةُ أَقْسَامٍ الصَّدَقَةُ وَالْمُرُوءَةُ وَوِقَايَةُ الْعِرْضِ وَأُجْرَةُ الاِسْتِخْدَامِ
Artinya: “Bagian kedua ialah harta yang dialokasikan untuk manusia. Terdapat empat macam yaitu (harta yang digunakan untuk) sedekah, menjaga wibawa, menjaga harga diri dan memberi upah kepada orang lain yang dipekerjakan”.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Ketiga, menginfakkan harta untuk kemaslahatan umum. Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa bentuk ketiga penggunaan harta adalah mengalokasikannya untuk kepentingan masyarakat secara luas, bukan hanya untuk membantu orang tertentu.
Contohnya adalah menyisihkan sebagian harta untuk merenovasi masjid, membangun atau memperbaiki fasilitas kesehatan, membantu memperbaiki sekolah yang sudah tidak layak digunakan, serta membangun berbagai fasilitas umum yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
Harta yang digunakan untuk kepentingan seperti ini memiliki nilai kebaikan yang besar. Sebab, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua orang, tetapi oleh masyarakat secara luas.
Bahkan, selama fasilitas tersebut terus digunakan dan memberikan manfaat kepada masyarakat, pahala dari infak yang kita keluarkan diharapkan terus mengalir kepada orang yang berinfak. Inilah salah satu bentuk investasi akhirat yang sangat berharga. Harta yang kita keluarkan mungkin berkurang secara jumlah, tetapi manfaat dan pahalanya dapat terus bertambah.
Simak keterangan Imam Ghazali;
النَّوْعُ الثَّالِثُ مَا لَا يَصْرِفُهُ إِلَى إِنْسَانٍ مُعَيَّنٍ وَلَكِنْ يَحْصُلُ بِهِ خَيْرٌ عَامٌّ
Artinya: “Bagian ketiga yaitu harta yang tidak dialokasikan untuk manusia tertentu, melainkan untuk kemaslahatan umum.”
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Demikian khutbah Jumat pada siang hari ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat menggunakan harta yang kita miliki dengan baik sehingga harta yang kita cari dengan bekerja keras akan bernilai ibadah di sisi Allah.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَهَدَانَا إِلَى طَرِيقِهِ الْمُسْتَقِيمِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ
----
Alwi Jamalulel Ubab, Penulis Tinggal di Indramayu

1 jam yang lalu
2



English (US) ·
Indonesian (ID) ·