Dalam mengarungi kehidupan di dunia ini, manusia tidak akan terlepas dari kesenangan dan kesedihan. Kenikmatan dan kesenangan hidup, terkadang akan digantikan dengan kesulitan dan kesedihan. Begitupula sebaliknya. Disinilah Islam mengajarkan umatnya bagaimana menyikapi warna-warni hidup, agar kita tidak larut dalam kesedihan serta tidak terlena dengan kesenangan.
Berikut naskah khutbah Jumat yang berjudul, “ 2 Sikap Hidup yang Menjadi Ladang Kebaikan”. Untuk mencetaknya, silakan klik ikon berwarna merah pada bagian kanan atas desktop. Semoga bermanfaat.
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَبِهِ نَسْتَعِينُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَلْمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ تَعَالَى فَي كِتَابِهِ الكَرِيمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ: قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Hadirin Jama'ah Shalat Jum'at Rahimakumullah
Tak henti-hentinya khatib berwasiat kepada kita semua melalui mimbar yang mulia ini untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Iman yang terus dipertebal sebagai pondasi keyakinan, kemudian diwujudkan dalam tindakan amal saleh melakukan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Karena, takwa inilah yang akan menjadi bekal terbaik untuk kita nanti dalam mengarungi kehidupan di akhirat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an;
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
Artinya: "Berbekallah kalian, sesungguhnya sebaik-baiknya bekal itu adalah takwa."
Hadirin Jama'ah Shalat Jumat Rahimakumullah
Kehidupan di dunia ini penuh dengan berbagai warna dan cerita. Terkadang, kita berada di atas, mendapatkan nikmat, merasakan kebahagiaan, kesuksesan, dan berbagai kabar baik lainnya. Namun, adakalanya kita berada di bawah, merasakan kesedihan, hidup terasa sulit, dan berbagai cobaan dan musibah lain.
Itulah pernak-pernik kehidupan. Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara, bukan tempat untuk mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Namun, dunia juga bukan tempat yang hanya dipenuhi penderitaan. Dalam kehidupan, susah dan senang akan selalu datang silih berganti. Kesedihan tidak akan berlangsung selamanya, begitu pula kebahagiaan.
Di sinilah Islam mengajarkan kepada kita bagaimana menyikapi setiap keadaan dalam hidup. Kesedihan dan kebahagiaan merupakan bagian yang tidak bisa kita hindari. Keduanya dapat menjadi jalan untuk mendapatkan kebaikan dan pahala, selama kita menghadapinya dengan sabar, bersyukur, dan tetap mengikuti ajaran Islam.
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim dari Sahabat Shuhaib ra., Rasulullah Saw bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ.
Artinya: "Orang mukmin itu mengangumkan. Semua perkara tentangnya bernilai kebaikan, dan ini tidak terjadi kecuali kepada orang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan kemudian bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ditimpa musibah kemudian ia bersabar, itu juga baik baginya." (HR. Imam Muslim).
Hadirin Jama'ah Shalat Jumat Rahimakumullah
Hadits di atas memberikan pelajaran kepada kita tentang bagaimana menyikapi pasang surut kehidupan. Ketika mendapatkan kesenangan, kesehatan, keberhasilan dalam usaha, dan berbagai nikmat lainnya, kita diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah. Sebaliknya, ketika menghadapi musibah, kesulitan hidup, gangguan kesehatan, atau keadaan yang tidak menyenangkan, Islam mengajarkan kita untuk bersabar.
Inilah yang membuat orang-orang beriman selalu memiliki kesempatan untuk mendapatkan kebaikan dan pahala. Sebab, dalam setiap keadaan yang mereka alami, selalu ada kebaikan yang dapat diperoleh selama semuanya disikapi dengan benar sesuai dengan ajaran Islam. Saat mendapatkan nikmat, ia bersyukur. Saat menghadapi kesulitan, ia bersabar. Dengan demikian, tidak ada keadaan yang sia-sia bagi seorang mukmin.
Syekh Abdul Ra'uf al-Munawi dalam Kitab Faidul Qadir juz 4 hal. 302 menjelaskan sebagai berikut,
فَالْعَبْدُ مَا دَامَ قَلَمُ التَّكْلِيفِ جَارِيًا عَلَيْهِ؛ فَمَنَاهِجُ الْخَيْرِ مَفْتُوحَةٌ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَإِنَّهُ بَيْنَ نِعْمَةٍ يَجِبُ عَلَيْهِ شُكْرُ الْمُنْعِمِ بِهَا، وَمُصِيبَةٍ يَجِبُ عَلَيْهِ الصَّبْرُ عَلَيْهَا، وَأَمْرٍ يُنَفِّذُهُ، وَنَهْيٍ يَجْتَنِبُهُ، وَذَلِكَ لَازِمٌ لَهُ إِلَى الْمَمَاتِ
Artinya: "Seorang hamba, selama beban taklif masih berlaku baginya, jalan-jalan kebaikan akan selalu terbuka di hadapannya. Sebab, kehidupannya berkisar antara kenikmatan yang wajib ia syukuri, musibah yang harus disikapi dengan sabar, perintah syariat yang harus dilaksanakan dan larangan yang harus ditinggalkan. Itu semua wajib ia jalani sampai ajal tiba."
Hadirin Jama'ah Shalat Jumat Rahimakumullah
Dua sikap itulah yang menjadi ladang kebaikan bagi kita semua, sabar dan syukur. Ketika musibah disikapi dengan sabar dan penuh keyakinan kepada Allah, maka ia akan terasa lebih ringan di dunia. Begitu pula halnya dengan nikmat. Ia akan terasa lebih bermakna ketika disyukuri, meskipun nikmat yang secara kalkulasi matematis bernilai kecil.
Selain berdampak baik dalam kehidupan sehari-hari, sikap sabar dan syukur juga akan menjadi simpanan pahala kita nanti di akhirat. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menjanjikan pahala yang tak ternilai harganya bagi orang-orang yang sabar. Allah SWT berfirman,
اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan." (QS. Az-Zumar: [23]: Ayat 10)
Penggalan ayat dalam surat az-Zumar di atas menegaskan bahwa orang-orang yang bersabar akan diberi ganjaran kelak di akhirat dengan pahala yang tidak terbatas. Imam As-Suyuthi dalam kitab Ad-Durr al-Manthur fit-Tafsir bil-Ma'tsur juz 7 hal. 215 mengutip sebuah riwayat bahwa kelak di akhirat orang-orang yang dulu di dunia senantiasa bersabar akan dituangkan pahala tak terhingga tanpa melalui timbangan dan catatan amal.
Hadirin Jama'ah Shalat Jumat Rahimakumullah
Selain menjanjikan pahala bagi orang-orang yang sabar, Allah SWT juga menyiapkan pahala bagi hamba-hambanya yang gemar bersyukur. Dalam QS. Ali 'Imran ayat 145 Allah SWT berfirman:
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ اَنْ تَمُوْتَ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ كِتٰبًا مُّؤَجَّلًاۗ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۚ وَمَنْ يُّرِدْ ثَوَابَ الْاٰخِرَةِ نُؤْتِهٖ مِنْهَاۗ وَسَنَجْزِى الشّٰكِرِيْنَ
Artinya: "Setiap yang bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Siapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu dan siapa yang menghendaki pahala akhirat, niscaya Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."
Salah satu poin penting dalam ayat di atas bahwa Allah SWT menjanjikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur, balasan di dunia, lebih-lebih balasan di akhirat kelak. Sayyid Muhammad Thanthawi dalam Tafsir Al Wasith juz 2 hal. 286 menjelaskan;
وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ فِي دُنْيَاهُمْ بِمَا يُسْعِدُهُمْ وَيُرْضِيهِمْ، وَسَنَجْزِيهِمْ فِي الْآخِرَةِ بِمَا يَشْرَحُ صُدُورَهُمْ، وَيُدْخِلُ الْبَهْجَةَ عَلَى نُفُوسِهِمْ
Artinya: " Kami akan memberi imbalan kepada orang-orang yang bersyukurlah di dunia dengan memberikan kebahagiaan dan ridha terhadap mereka. Sedangkan di akhirat, mereka akan diberikan sesuatu yang membuat hati mereka tentram dan kebahagiaan (hakiki) akan merasuk kedalam jiwa-jiwa mereka."
Hadirin Jama'ah Shalat Jumat Rahimakumullah
Berbagai janji kebaikan yang akan diberikan oleh Allah hendaklah menjadi motivasi untuk kita semua dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Musibah berupa sakit, himpitan ekonomi, masalah keluarga dan berbagai problem hidup lainnya hendaklah kita sikapi dengan sabar dan penuh keyakinan kepada Allah bahwa kesabaran tersebut kelak akan dibalas dengan ganjaran yang tak ternilai.
Sebaliknya, kesenangan, kesehatan, kenaikan pangkat, keberhasilan dalam berbisnis dan berbagai kesenangan hidup lainnya hendaklah kita sikapi dengan penuh rasa syukur. Dengan demikian, kita akan memperoleh ketenangan hidup di dunia dan kelak di akhirat akan dibalas dengan ganjaran yang besar.
Demikianlah khutbah singkat yang dapat kami sampaikan pada kesempatan yang mulia ini. Semoga kita semua senantiasa diberikan Taufik dan kekuatan untuk menjalani kehidupan di dunia ini dan menyikapi semua kejadian yang ada sesuai dengan tuntunan syariat. Amin ya rabbal 'alamin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ؛ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
Khutbah II
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شريكَ لَهُ ارْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ سَيِّدُ الإِنْسِ وَالبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوا اللَّهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ . وَاعْلَمُوا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ فَقَالَ تعالى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّد وَ عَلَى آل سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيمَ وعلى آل سيدنا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَارْضَ اللهم عَنِ الخُلَفَاء الرَّاشِدِيْنَ سَادَاتِنَا اَبِي بَكْرٍ وعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَحَابَةِ والتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُحِيبُ الدَّعَوَاتِ. اَللّهُمَّ أَعِزَّ الْاِسْلَامَ وَالْمُسْلِمَيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدَّيْنَ وَاخْذّلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنَا وَأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنِ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ إِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَ لَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ واللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
-----------
Muhammad Zainul Mujahid, Alumnus Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, kini mengabdi di Pondok Pesantren Manhalul Ma’arif Lombok Tengah.

1 jam yang lalu
1



English (US) ·
Indonesian (ID) ·