Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyabet penghargaan sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi berkinerja terbaik 2026.
Penghargaan tersebut diterima oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia — Indonesia Fintech Summit and Expo 2026, di Jakarta, Kamis.
Kegiatan tersebut, sekaligus juga Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam pernyataan di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa penghargaan tersebut sebagai bukti kolaborasi yang dilakukan di Jateng mampu mengendalikan harga bahan pokok penting dan menjaga daya beli masyarakat sehingga inflasi tetap stabil.
Baca juga: Ekonom: Peringatan dini inflasi daerah penting jaga pertumbuhan
Berdasarkan data, inflasi Jateng pada Agustus 2026 tercatat 3,08 persen (year on year/YoY), sedangkan inflasi nasional sebesar 3,19 persen.
"Kita punya BUMD (Badan Usaha Milik daerah) yang melakukan intervensi kebutuhan bahan pokok penting di seluruh kabupaten/kota, di samping intervensi yang dilakukan oleh dinas-dinas, Bank Indonesia Jateng, dan 'stakeholder' terkait lainnya," katanya.
"Sehingga ketersediaan dan keterjangkauan terus terjaga," tambah mantan Kapolda Jateng itu.
Pada 2025, luas panen padi mencapai 1,67 juta hektare, meningkat sekitar 120 ribu hektare atau 7,73 persen dibandingkan 2024, dengan produksi gabah kering giling sekitar 9,3 juta ton, atau dikonversikan menjadi beras sekitar 5,35 juta ton.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·