REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Lima warga Palestina, termasuk empat perempuan, terbunuh dan sejumlah lainnya terluka ketika pasukan Israel membom sebuah gedung apartemen hunian di kawasan Al-Rimal, sebelah barat Kota Gaza, pada Sabtu dini hari. Dua di antara korban adalah warga Kristen Gaza.
Quds News Network melaporkan bahwa serangan tersebut menyasar lantai dasar gedung Al-Asala 1 di dekat bundaran Haidar Abdel Shafi. Para korban diidentifikasi sebagai Maysa Khader Abu Daoud, putrinya Mary Hafez Abu Daoud. Keduanya merupakan bagian dari komunitas Kristiani Gaza.
Selain mereka, seorang akademisi bernama Yasmin Khamis al-Boubou, ibunya Halloum al-Boubou, serta seorang pemuda bernama Bilal Awda juga syahid.
Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa Rumah Sakit Al-Shifa mengonfirmasi kematian empat perempuan dan seorang pemuda tersebut. Sumber-sumber setempat dan saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa pesawat tempur Israel menembakkan setidaknya dua rudal ke arah apartemen itu, menghancurkannya serta menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah di sekitarnya. Pengeboman tersebut juga memicu kebakaran.
Putra Mary yang berusia 14 tahun, Fouad al-Najjar, mengatakan bahwa bangunan tersebut dihantam sekitar pukul 01.30 dini hari. "Nenek dan ibu saya meninggal dunia. Semoga Tuhan mengasihi mereka," ujarnya kepada Anadolu.
Fouad menyerukan diakhirinya perang Israel dan menggambarkan penderitaan serta kehilangan berulang yang dialami oleh keluarga dan komunitasnya. "Kami sudah sangat lelah dengan perang ini dan telah menanggung begitu banyak penderitaan," katanya.
"Selama hampir tiga tahun, kami terus menjalani kehancuran, duka, dan perang yang sama."
Serangan itu terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung, sementara pasukan Israel terus melancarkan serangan, penembakan, dan operasi penghancuran di seluruh wilayah Gaza.
Keluarga Pengungsi Maysa, yang dikenal sebagai 'Umm Michel', dan Mary, yang dikenal sebagai 'Umm Fouad', adalah anggota komunitas Kristen Palestina di Kota Gaza. Menurut Komite Tinggi Kepresidenan untuk Urusan Gereja Palestina, mereka mendedikasikan waktu mereka untuk membantu jemaat gereja dan warga Palestina pengungsi yang berlindung di Gereja Keluarga Kudus (Holy Family Church).
Ketua komite tersebut, Ramzi Khoury, menyebut kematian mereka sebagai "kehilangan yang menyakitkan" bagi keluarga, gereja, dan jemaatnya, demikian dilaporkan Anadolu.
Gereja Ortodoks Yunani di Gaza turut berduka atas meninggalnya kedua wanita tersebut. Upacara pemakaman mereka dilangsungkan pada hari Sabtu di Gereja Saint Porphyrius di kawasan Kota Tua Gaza, dihadiri oleh kerabat, anggota komunitas Kristen, dan warga Palestina lainnya, lapor Quds News Network.

2 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·