REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT — Perdana Menteri Israel Netanyahu menyatakan ia telah menginstruksikan militer dan pasukan keamanan Israel untuk “segera memberlakukan penutupan di kota Hebron” dan memblokade seluruh Tepi Barat. Ini dilakukan selepas enam tentara Israel ditembak di wilayah tersebut, Jumat.
Dilaporkan Times of Israel, langkah itu diambil setelah Netanyahu melakukan penilaian situasi bersama sejumlah pejabat, termasuk kepala Shin Bet dan komandan Komando Pusat.
Melalui sebuah unggahan di platform X, ia menambahkan bahwa dirinya telah memerintahkan mereka untuk bersiap menerapkan “penguncian penuh” (lockdown) di wilayah Tepi Barat yang diduduki, mulai hari ini.
Langkah ini diambil menyusul insiden penembakan yang terjadi pada pagi hari di pintu masuk bagian utara kota Hebron.
Dua warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, sementara enam tentara Israel mengalami luka-luka, dua diantaranya kritis.
Sementara Menteri Keamanan Nasional dari kelompok sayap kanan, Itamar Ben Gvir, menyerukan pembubaran Otoritas Palestina setelah insiden tersebut.
“Kita harus bertindak sebelum terlambat. Otoritas Palestina harus dibubarkan dan didemiliterisasi, serta infrastruktur terornya harus dimusnahkan sepenuhnya,” ujar Ben Gvir dalam sebuah pernyataan, lima hari menjelang pemilihan umum Israel.
Sejauh ini, tidak ada indikasi keterlibatan Otoritas Palestina dalam insiden tersebut.
Kondisi di Tepi Barat yang belakangan memanas akibat aksi teroris pemukim Yahudi mencapai titik didih baru, kemarin. Militer Israel menyatakan dua orang yang diduga terlibat dalam serangan tersebut tewas ditembak pasukannya.
Palestine Chronicle melaporkan pada Jumat (23/10/2026), insiden itu terjadi di dekat pos pemeriksaan di kawasan Hebron. Serangan tersebut memicu respons pasukan Israel yang kemudian melakukan operasi keamanan di sekitar lokasi.
Aksi baku tembak ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di seluruh wilayah Palestina, di mana para pemukim dan tentara Israel melakukan tindakan kekerasan yang sistematis. Serangan terhadap warga yang sedang memanen zaitun marak terjadi, dengan tingkat agresi yang terus meningkat menjelang pemilihan umum Israel pekan depan.
Sumber-sumber Israel melaporkan bahwa warga Palestina tersebut mengendarai mobil berpelat nomor Israel sebelum melepaskan tembakan ke arah tentara di dekat salah satu dari sekian banyak pos pemeriksaan militer di sekitar Hebron.
Saksi mata di lokasi kejadian mengatakan bahwa baku tembak berlangsung selama 20 menit, yang menyulitkan proses evakuasi korban. Gambar-gambar yang dibagikan oleh kantor berita AFP memperlihatkan seorang pria yang memegang pistol saat baku tembak terjadi, dan kemudian tampak terbaring di tanah dikelilingi oleh tentara Israel.
Menurut laporan tersebut, enam tentara Israel mengalami luka-luka dan dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis. Namun, laporan media lain menyebutkan jumlah korban luka yang berbeda. Associated Press (AP), misalnya, melaporkan sedikitnya lima orang terluka, beberapa di antaranya mengalami luka serius.
Militer Israel menyatakan pasukannya menembak mati dua orang yang dicurigai melakukan serangan bersenjata di dekat persimpangan yang dikenal sebagai Judea Junction. Pasukan Israel kemudian memperketat pengamanan dan melakukan pencarian untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

54 menit yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·