Jakarta, CNN Indonesia --
Sekitar 50 ribu warga Austria turun ke jalan menentang pemotongan anggaran pendidikan oleh pemerintah, Kamis (22/10).
Anadolu Agency melaporkan demonstrasi ini digelar oleh Persatuan Mahasiswa Nasional Austria (OH) di depan gedung utama Universitas Teknologi Wina pada pukul 15.00 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut persatuan mahasiswa, unjuk rasa ini diikuti tidak hanya oleh mahasiswa dan staf di universitas-universitas Wina, tetapi juga oleh anggota komunitas akademis dari negara bagian federal lainnya.
Dalam pernyataan terpisah, Serikat Pekerja Pelayanan Publik menyatakan pihaknya berpartisipasi dalam demonstrasi dengan menyediakan kendaraan bagi doktor dan staf universitas yang berunjuk rasa.
Ketua OH Viktoria Kudrna mengatakan tujuan demonstrasi ini untuk menunjukkan perlawanan seiring masih adanya harapan bahwa pemerintah akan menaikkan anggaran pendidikan.
Menurut OH, pemotongan anggaran pendidikan berisiko mengurangi ragam program akademik, menurunkan layanan dukungan mahasiswa, serta memperburuk kondisi kerja bagi mahasiswa.
Kudrna menyebut para mahasiswa sudah mulai merasakan dampaknya, salah satunya jam operasional perpustakaan yang dikurangi dan tidak adanya lowongan kerja baru di wilayah universitas.
Unjuk rasa ini sendiri didukung secara resmi oleh administrasi universitas, misalnya dengan memberikan izin cuti kepada mahasiswa dan staf untuk berpartisipasi dalam demonstrasi.
Pemerintah Federal Austria telah mengumumkan bahwa anggaran pendidikan untuk universitas pada periode 2028-2030 sebesar 16 miliar euro (sekitar Rp322 triliun).
Menurut universitas, anggaran pendidikan semestinya berada di angka 18 miliar euro (sekitar Rp362 triliun) guna mengimbangi dampak inflasi.
(blq/bac)

1 jam yang lalu
5






English (US) ·
Indonesian (ID) ·