Jakarta, CNN Indonesia --
Hasil analisis intelijen Amerika Serikat (AS) teranyar menyebut, Presiden Rusia Vladimir Putin berpotensi untuk melancarkan serangan ke NATO dalam beberapa tahun mendatang.
Penilaian intelijen itu menguraikan beberapa skenario yang kemungkinan akan diambil Rusia. Di antaranya adalah serangan siber hingga serangan skala kecil yang bertujuan untuk menantang persatuan NATO.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, laporan tak menyebutkan bagaimana dan kapan Putih akan melancarkan serangan tersebut. Hanya saja, diprediksi serangan akan terjadi dalam rentang waktu tahun ini hingga beberapa tahun mendatang.
Salah satu sumber juga mengatakan, kemungkinan besar Putin akan meningkatkan eskalasi dengan menargetkan negara Baltik atau Polandia.
"Para pejabat AS dan NATO sendiri telah meyakini bahwa Putin akan meningkatkan eskalasi jika ia tak mampu mendapatkan jalan keluar dari perang dengan Ukraina," ujar sumber yang tak disebutkan namanya, melansir CNN.
Juru Bicara Militer NATO Martin O'Donnel menolak berkomentar soal penilaian intelijen rahasia tersebut. Yang jelas, menurutnya, NATO selalu mempersiapkan diri untuk berbagai skenario.
"NATO sedang awas dan kami siap untuk mencegah dan membela diri jika diperlukan," ujar dia.
Selama beberapa tahun terakhir, Rusia telah beberapa kali melanggar wilayah NATO. Pada Mei lalu, sebuah drone yang membawa bahan peledak menghantam sebuah gedung apartemen di Rumania. September lalu, jet tempur NATO menembak jatuh beberapa drone Rusia yang melanggar wilayah udara Polandia selama serangan ke Ukraina.
Baru-baru ini, AS menilai, sebuah drone bermuatan bahan peledak ditemukan di bandara Jerman pada Rabu (5/8). Drone itu disebut dimiliki oleh dinas intelijen Rusia.
(asr)

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·