Jakarta (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas A. M. Djiwandono menyampaikan bahwa pengembangan aktivitas ekonomi dan keuangan lintas negara perlu didukung oleh layanan kebanksentralan yang andal, efisien, dan aman.
Layanan tersebut mencakup penyelesaian transaksi operasi moneter, pengelolaan cadangan devisa, kerja sama keuangan internasional, dan pengelolaan cadangan emas, serta layanan kepada pemerintah dan industri keuangan.
“Kredibilitas kebijakan perlu didukung oleh kredibilitas operasional,” kata Thomas dalam pembukaan Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026, sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Adapun Bank Indonesia memberikan layanan kepada pemerintah berupa penatausahaan rekening pemerintah, transfer dana dan penyelesaian transaksi, serta penatausahaan utang luar negeri pemerintah.
Sementara itu, bagi industri keuangan, Bank Indonesia melakukan penyelesaian transaksi surat berharga dalam rupiah dan valuta asing.
Bank Indonesia menyampaikan bahwa pihaknya berperan tidak hanya menjaga stabilitas harga dan nilai tukar, tetapi juga stabilitas keuangan, keandalan sistem pembayaran, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Menurut bank sentral, perluasan konektivitas ekonomi dan keuangan lintas negara tercermin antara lain dari kerja sama local currency transaction (LCT) yang terus meluas.
LCT mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, sehingga mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas nilai tukar serta memfasilitasi perdagangan dan investasi dengan negara mitra.
Saat ini, Indonesia telah mengimplementasikan kerja sama LCT dengan tujuh negara mitra, yaitu Malaysia, Thailand, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura.
Pada semester I 2026, catat Bank Indonesia, nilai transaksi LCT mencapai 42,07 miliar dolar AS atau tumbuh 259 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 11,72 miliar dolar AS.
Transaksi LCT semester I 2026 juga telah melampaui capaian sepanjang 2025 yang sebesar 25,74 miliar dolar AS. Menurut Bank Indonesia, kerja sama ini terus diperluas dengan negara mitra lainnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan bahwa ketahanan tidak hanya berarti kemampuan menghadapi krisis, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan menjaga kepercayaan publik.
Juda menambahkan, ketahanan perlu dibangun sebelum krisis melalui kebijakan yang kredibel, institusi yang kuat, tata kelola yang baik, adaptasi berkelanjutan, dan kerja sama.
Untuk itu, sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan diperlukan untuk merespons perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.
Sebagai informasi, CB Fest merupakan forum tahunan yang mempertemukan bank sentral, otoritas di sektor keuangan, kementerian/lembaga, industri perbankan, dan asosiasi internasional.
Forum ini juga menjadi ruang memperkuat posisi strategis Bank Indonesia dalam lanskap keuangan global. Melalui pertemuan ini, seluruh pihak memperkuat sinergi menghadapi dinamika ekonomi global dan perkembangan transaksi lintas negara di era digital.
CB Fest 2026 mengusung tema “Strengthening Financial Services Resilience Amid Escalating Geopolitical Risk to Support Economic Growth".
Sejalan dengan tema tersebut, pembahasan CB Fest mencakup dampak perubahan geopolitik terhadap ekonomi dan stabilitas keuangan serta respons yang perlu disiapkan oleh otoritas dan industri.
Bank Indonesia menyampaikan, CB Fest 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi global dan kerja sama strategis antarbank sentral.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat ketahanan layanan dan pengelolaan keuangan yang adaptif dalam menghadapi risiko geopolitik, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca juga: BI dan Bank Sentral Timor-Leste perkuat kerja sama sistem pembayaran
Baca juga: Gubernur BI: Ruang pertumbuhan ekonomi makin luas jika ada stabilitas
Baca juga: BI dan MAS tunjuk bank yang bisa fasilitasi transaksi LCT RI-Singapura
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·