Aqsa Working Group kecam upaya AS lumpuhkan ICC

2 minggu yang lalu 19

Jakarta (ANTARA) - Aqsa Working Group (AWG) mengecam upaya pemerintah Amerika Serikat untuk melemahkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dengan alasan melindungi kedaulatan nasional negara tersebut.

"Langkah tersebut merupakan bentuk intervensi politik terhadap lembaga peradilan internasional sekaligus ancaman serius terhadap tatanan hukum internasional," kata Ketua Presidium AWG Muhammad Anshorullah dalam siaran pers diterima di Jakarta pada Kamis.

Anshorullah menilai langkah AS itu bertujuan untuk melindungi Israel dari proses hukum internasional, terutama setelah ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kemanusiaan di Palestina.

AWG kembali menegaskan bahwa genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis, dan politik apartheid Israel terhadap rakyat Palestina tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban hukum.

"Menolak segala bentuk sanksi, intimidasi, pembatasan visa, tekanan diplomatik, maupun ancaman terhadap hakim, jaksa, pegawai, dan negara-negara yang mendukung kinerja ICC. Independensi lembaga peradilan internasional harus dijaga dari tekanan politik negara-negara besar," kata dia.

AWG juga mendesak negara-negara anggota Statuta Roma untuk tetap mendukung ICC dan menolak segala bentuk tekanan politik maupun pendanaan terhadap lembaga tersebut.

"Mendesak PBB, OKI, Liga Arab, Gerakan Non-Blok, Uni Afrika, dan seluruh negara untuk memberikan dukungan nyata terhadap independensi dan keberlangsungan ICC dalam memerangi impunitas global," tegas Anshorullah.

Pihaknya juga berharap Pemerintah Indonesia terus konsisten mendukung proses penegakan hukum internasional atas kejahatan perang dan genosida di Palestina, serta memperkuat akuntabilitas internasional melalui jalur diplomasi, dan mempertimbangkan keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP).

"AWG mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas terhadap perjuangan Palestina, meningkatkan dukungan kemanusiaan, serta mengintensifkan gerakan boikot terhadap entitas yang mendukung penjajahan dan genosida Zionis Israel hingga Palestina merdeka dan Masjid Al-Aqsa terbebaskan," kata dia.

Baca juga: Malaysia kecam rencana permukiman ilegal baru Israel di Palestina

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya