Jakarta, CNN Indonesia --
Pelaku bom bunuh diri menargetkan demonstran dalam unjuk rasa anti-milisi dan perdamaian di Provinsi Khyber Pakhuntkhwa, Pakistan pada Minggu (2/8). Imbas kejadian ini, 14 orang tewas.
Polisi distrik Swat mengatakan kejadian itu berlangsung saat warga berkumpul di depan kantor polisi Kabal, Distrik Swat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku bom bunuh diri mencoba masuk kantor polisi yang terletak di persimpangan jalan, tetapi dihentikan polisi di gerbang utama," kaya Wakil Inspektur Jenderal Polisi Swat, Fida Hussain, kepada AFP.
Hussain mengatakan korban yang tewas termasuk delapan polisi, sementara korban luka mencapai 22 orang.
Salah satu saksi mata mengatakan sesaat sebelum serangan, para demonstran menuntut negara menjamin keamanan dan memberantas milisi. Mereka juga menuduh pihak berwenang gagal bertindak tegas terhadap milisi dan menegaskan ingin hidup tenang tanpa kekerasan, demikian dikutip CNN.
Sementara itu, Juru bicara layanan darurat provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Bilal Faizi, mengatakan pelaku menyerang puluhan orang yang meneriakkan slogan anti-milisi dan menuntut perdamaian.
Sejauh ini tak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pemboman tersebut. Namun, sejumlah pihak curiga tindakan itu dilakukan Taliban Pakistan atau Tahrik-e-Taliban Pakistan (TTP).
Imbas kejadian tersebut, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif buka suara. Mereka kompak menyampaikan bela sungkawa dan mengutuk keras pemboman itu.
Zardari dan Sharif juga mengatakan perjuangan Pakistan memberantas terorisme akan terus berlanjut.
Lembah Swat dulunya merupakan benteng milisi Taliban Pakistan yang menerapkan interpretasi ketat terhadap Syariah,atau hukum Islam. Kemudian pada 2007, militer Pakistan melancarkan operasi besar-besaran sehingga mengusir milisi dan wilayah kembali dikuasai pihak berwenang.
Namun beberapa bulan terakhir, kelompok milisi muncul lagi di lembah tersebut. Sebagai tanggapan, warga berulang kali menggelar demonstrasi anti-Taliban untuk memprotes kehadiran mereka di seluruh lembah.
Di luar itu, serangan terhadap polisi dan pasukan keamanan Pakistan juga meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
(isa/rds)

2 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·