Jakarta, CNN Indonesia --
Agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menembak warga di mobil di Marble Hill, New York City, pada Kamis (8/10). Laporan awal menunjukkan agen-agen mengepung mobil tersebut kemudian melepas tembakan, padahal ada anak di bawah umur di dalam mobil itu.
Kementerian Keamanan Dalam Negeri (DHS), yang membawahi ICE, menyebut insiden itu terjadi pada 16.00 waktu setempat. Mereka mengatakan petugas melakukan operasi penegakan hukum ke target yang disebut imigran ilegal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama insiden, seorang petugas ICE melepas tembakan dan imigran ilegal kriminal itu terluka," demikian menurut mereka.
Mereka lalu berujar, "Invidivu itu masih hidup dan berada di rumah sakit setempat."
DHS juga menuduh punya hubungan dengan salah satu geng dan catatan kriminal sebelumnya. Namun, mereka tak menyebut identitas atau memberi bukti untuk mendukung klaim.
DHS telah berulang kali menuai kritik karena penggunaan kekuatan mematikan agen federal terhadap imigran dan melabeli target anggota kelompok kriminal.
Wali Kota New York Zohran Mamdani pun murka menanggapi insiden penembakan itu. "Ini adalah situasi yang tak bisa diterima dan sangat serius," kata Zohran, dikutip Anadolu Agency.
Dia juga berencana untuk berbicara dengan Presiden AS Donald Trump.
"Menuntut [dia] untuk mengakhiri semua tindakan penegakan hukum ICE di kota kami. Saya tak akan tinggal diam sementara agen ICE meneror komunitas kami," ujar Mamdani.
(isa/dna/bac)

50 menit yang lalu
4






English (US) ·
Indonesian (ID) ·