Jakarta (ANTARA) - PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) menyatakan bahwa perusahaan menerapkan prinsip human oversight atau keterlibatan manusia dalam pengawasan di dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) pada proses bisnisnya.
Public Policy Manager AdaKami Hanadia Pasca Yurista mengatakan perusahaan mengoptimalkan penggunaan AI untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis, mulai dari efisiensi analisis risiko, deteksi fraud, hingga otomatisasi layanan kepada konsumen.
“Namun, dalam implementasi, kami memegang teguh prinsip human oversight, di mana AI berperan sebagai instrumen pendukung, sedangkan keputusan yang berdampak langsung terhadap konsumen tetap berada di tangan manusia,” kata Hanadia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini memastikan seluruh kegiatan operasional AdaKami berjalan secara akuntabel.
Selain itu, pendekatan human oversight menjadi cerminan kepatuhan perusahaan terhadap Undang-Undang (UU) Pelindungan Data Pribadi serta Pedoman Kode Etik AI Industri Jasa Keuangan yang diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Adapun pemanfaatan AI dinilai dapat meningkatkan efisiensi operasional, analisis credit scoring, hingga kecepatan mendeteksi kejahatan siber.
Meski demikian, di balik berbagai peluang yang ditawarkan, inovasi AI turut dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan modus penipuan yang semakin canggih, mulai dari fraud hingga deepfake.
Baca juga: AdaKami bangun akses air bersih untuk warga Banjarsari Lampung
Baca juga: AdaKami salurkan pembiayaan Rp3,94 triliun pada kuartal I 2025
Menanggapi hal tersebut, AdaKami turut menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pertahanan siber secara proaktif.
Komitmen tersebut telah disampaikan dalam diskusi panel AI Cyber Forum 2026: “AI vs. AI: Membangun Pertahanan Siber Proaktif di Sektor Keuangan Indonesia” yang diselenggarakan oleh Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) pada 29 Juli yang lalu.
Kepala Bidang Talent Development ADIGSI Charles Lim turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun tata kelola AI.
“Kolaborasi erat antara pemerintah, asosiasi, akademisi, masyarakat, dan pelaku industri seperti AdaKami menjadi kunci dalam membangun ekosistem keamanan siber yang mampu menjawab tantangan di masa depan,” kata Charles.
Adapun AdaKami sendiri menyatakan bahwa pihaknya secara berkelanjutan menggelar berbagai program edukasi penanganan fraud dan penipuan digital yang berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam mengenali modus penipuan, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta memanfaatkan layanan keuangan digital secara aman dan bertanggung jawab.
Baca juga: AdaKami pastikan keamanan data pribadi nasabah tetap terjaga
Baca juga: AdaKami komitmen dukung ekosistem keuangan inklusif di Indonesia
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·