Jakarta, NU Online
Tim SAR gabungan kembali menemukan 14 korban dalam operasi pencarian KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Temuan tersebut menambah jumlah korban yang telah ditemukan hingga hari ke-12 operasi pencarian menjadi 150 orang.
Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, dari 150 korban yang telah ditemukan, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat dan 42 orang meninggal dunia.
“Sehingga sampai dengan hari ke-12 ini jumlah korban yang telah kita temukan ada 150, dengan rincian 108 selamat, meninggal dunia 42,” ujarnya dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-12 kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang digelar secara daring pada Kamis (24/9/2026) malam.
Berdasarkan data manifes, tercatat 243 penumpang berada di KM Virgo Transport 8. Dengan demikian, lanjutnya, masih terdapat 93 korban yang belum ditemukan dan kemungkinan berada di dalam bangkai kapal yang tenggelam.
“Sehingga jika merujuk pada manifes yang 243, kemungkinan masih ada sekitar 93 di objek kapal Virgo Transport 8,” ujar Bramantyo.
Ia menjelaskan, pada sorti (putaran) pertama pukul 09.55 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi tujuh korban dari badan kapal KM Virgo Transport 8. Kemudian, padapenyelaman sorti kedua pukul 12.13 WIB, tim mengevakuasi satu korban. Sementara pada sorti ketiga pukul 15.05 WIB, sebanyak enam korban kembali berhasil dievakuasi.
Bramantyo juga menyampaikan bahwa pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi bangkai kapal yang masih dalam posisi miring di bawah laut. Tim SAR memaksimalkan pencarian dari bagian atas dan sisi kanan kapal, sementara sisi lambung bawah dihindari karena berisiko bagi penyelam.
“Tim SAR terus memaksimalkan pencarian dari bagian atas dan sisi kanan bangkai kapal karena posisi KM Virgo di bawah laut masih miring. Penyelam menghindari sisi lambung bawah karena berisiko,” katanya.
Ia menambahkan, pertimbangan keselamatan juga dilakukan setelah teknologi remotely operated vehicle (ROV) menunjukkan masih adanya pergerakan pada badan kapal.
“Akan sangat berisiko jika penyelam masuk dari sisi lambung bawah,” ujarnya.
Bramantyo mengungkapkan, kondisi bawah laut pada hari ke-12 relatif mendukung penyelaman. Jarak pandang cukup jernih dan arus relatif rendah, meskipun angin dan gelombang di permukaan laut cukup kuat.
Kondisi tersebut memungkinkan penyelam melanjutkan pembukaan kaca sejumlah ruangan yang sebelumnya telah dipecahkan untuk memperluas akses menuju bagian dalam kapal.
“Penyelam yang kemarin mungkin sudah sempat memecah kaca-kaca ruangan, tadi dilanjutkan lagi beberapa kaca dipecah sehingga bisa menarik korban yang ada di dalam ruangan,” tuturnya.

1 jam yang lalu
2



English (US) ·
Indonesian (ID) ·