UEA Bantah Laporan Telah Mentransfer 3 Miliar Dolar AS Aset Iran ke Teheran

1 jam yang lalu 1

Asap hitam tebal mengepul ke udara di atas pelabuhan Jebel Ali setelah terkena puing-puing dari rudal Iran yang dicegat, di Dubai, Uni Emirat Arab, Ahad (1/3/2026). Iran melancarkan serangan udara balasan di wilayah tersebut menyusul operasi militer gabungan Israel-AS sebelumnya yang menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Uni Emirat Arab membantah laporan media yang menyebutkan bahwa mereka telah mentransfer sebagian aset Iran senilai 3 miliar dolar AS (sekitar Rp53,3 triliun). Pernyataan resmi dikeluarkan Kementerian Luar Negeri UEA pada Sabtu (13/6/2026).

"Uni Emirat Arab secara tegas membantah laporan yang diterbitkan oleh beberapa media internasional yang menuduh adanya transfer dana dari Uni Emirat Arab ke Republik Islam Iran, termasuk tuduhan mengenai 3 miliar dolar AS," demikian bunyi pernyataan kementerian tersebut.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa klaim itu sepenuhnya salah dan tidak berdasar, serta menambahkan bahwa tidak ada dana Iran yang dibekukan yang telah dicairkan, ditransfer, atau diamankan melalui Uni Emirat Arab.

Kementerian juga mengatakan bahwa media harus mengandalkan sumber resmi dan menahan diri dari menerbitkan atau menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi dan tuduhan yang tidak berdasar.

Sebelumnya, kantor berita Iran Mehr pada Jumat (12/6/2026) menyatakan bahwa Iran tidak akan memulai perundingan terkait program nuklirnya sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat.

Laporan itu disiarkan setelah adanya kabar tentang penerbitan draf memorandum tentang pengakhiran konflik antara Teheran dan Washington. Negosiasi akhir tidak akan dimulai sampai setengah dari dana yang dibekukan (24 miliar dolar AS atau sekitar Rp427 triliun) dapat dilepaskan, sanksi minyak terhadap Iran ditangguhkan, dan blokade maritim dicabut, lapor Mehr.

Perjanjian akhir itu akan membahas secara eksklusif nasib bahan-bahan yang diperkaya Iran, kegiatan pengayaan, dan pencabutan sanksi, tambah kantor berita tersebut. Negosiasi tentang program nuklir Iran hanya akan dimulai setelah memorandum tentang pengakhiran konflik diselesaikan, kata laporan itu.

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

Baca Artikel Selengkapnya