REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump dilaporkan Wall Street Journal (WSJ), Selasa (31/3/2026) menimbang mengakhirisegera perang dengan Iran tanpa membuka blokir Selat Hormuz. Trump sudah menginformasikan hal itu kepada para menterinya, sambil mengisyaratkan pembukaan Selat Hormuz lewat operasi militer terpisah nantinya.
Beberapa hari terakhir, Trump dan para menterinya mengasesmen bahwa usaha membuka Selat Hormuz yang kini ditutup Iran akan mendorong konflik lebih lama lagi menjadi hingga enam pekan. Menurut laporan WSJ, Trump memutuskan bahwa AS harus mencapai tujuannya yakni membuat Angkatan Laut Iran tertatih-tatih dan stok rudal habis dan mengendurkan operasi militer sembari terus menekan Teheran secara diplomatik agar mau membuka Selat Hormuz.
Jika gagal, Washington akan menekan sekutunya di Eropa dan Teluk Persia untuk memimpin operasi pembukaan Selat Hormuz, demikan laporan WSJ mengutip sejumlah pejabat. Dalam taklimat media pada Senin (30/1/2026), Sekretaris Media Gedung Putih Karoline Leavitt mengatatakan, bahwa Trump dan kepala Pentagon selalu menegaskan linimasa empat-enam pekan operasi militer terhadap Iran.
"Kita berada di hari ke-30 hari ini," kata Leavitt.
Leavitt juga mengindikasikan bahwa negara-negara Arab bisa diminta untuk berbagi beban untuk operasi militer di Iran. "Saya pikir itu akan menjadi sesuatu yang cukup membuat presiden tertarik. Saya tidak ingin mendahuluinya, namun itu adalah sebuah ide, sesuatu yang saya pikir anda akan lebih mendengar darinya nanti," kata Leavitt menjawab pertanyaan apakah negara seperti Kuwait, UEA, dan Arab Saudi harus ikut menanggung biaya operasi di Iran.
Pekan lalu, Media KAN pada Kamis (26/3/2026) melaporkan terjadinya perbedaan pandangan antara AS dan Israel terkait rencana untuk mengakhiri perang dengan Iran. Menurut laporan lembaga penyiaran publik Israel itu, perselisihan berpusat pada tiga isu utama: masa depan program rudal balistik Iran, transfer uranium yang telah diperkaya ke Badan Energi Atom Internasional, dan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran.
Pada Rabu (25/3/2026), sejumlah laporan menyebutkan bahwa usulan 15 poin dari AS untuk menghentikan perang telah disampaikan ke Iran melalui Pakistan. AS juga dikabarkan mempertimbangkan gencatan senjata sementara selama satu bulan untuk membuka jalan bagi perundingan.
Mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan pada Kamis bahwa Iran secara resmi telah menyampaikan tanggapan terhadap usulan AS tersebut melalui mediator. Tanggapan itu mencakup tuntutan untuk menghentikan serangan dan pembunuhan di semua front, jaminan tidak akan terjadi perang lagi, kompensasi, dan pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, kata pejabat tersebut.

2 minggu yang lalu
7








English (US) ·
Indonesian (ID) ·