Jakarta, CNN Indonesia --
Peredaran narkoba 'zombie' semakin merajalela di Amerika Serikat, bahkan mulai menjangkit ke sejumlah negara.
Dari mana narkoba jenis baru itu berasal sehingga bisa begitu cepat menyebar di AS?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Philadelphia adalah rumah bagi salah satu pasar narkoba terbuka paling terkenal di negara ini," tulis laman News Nation Now.
Bagaimana tidak, menurut laman tersebut, di lingkungan Kensington misalnya, yang hanya lima mil dari Liberty Bell, warga ditemukan pingsan karena penggunaan narkoba atau kehilangan kesadaran secara bergantian.
Seorang pemilik bisnis yang telah bekerja di daerah tersebut selama 15 tahun mengatakan kepada News Nation bahwa penyalahgunaan narkoba secara terang-terangan tampaknya berada pada kondisi terburuk yang pernah ada.
"Anda melihat orang-orang menyuntikkan narkoba di depan semua orang, di depan sekolah. Di pagi hari, anak-anak berjalan lewat, dan mereka tidak peduli. Mereka terus melakukannya. Mereka menggunakan kamar mandi di depan anak-anak di pagi hari. Saya belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya. Ada sesuatu yang seharusnya tidak terjadi," kata Elvys Amancia, seorang pemilik bisnis di Kensington Avenue.
Para pemakain narkoba itu berjalan seperti zombie, membungkuk, bahkan tidur di jalanan. Pada tahun 2023, sebuah sumber penegak hukum mengatakan, bahwa xylazine terdapat dalam 90% pasokan narkoba di Philadelphia. Narkoba jenis xylazine atau yang lebih dikenal tranq ini akan membuat orang yang kecanduan mengonsumsi akan bertingkah seperti 'zombie'.
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat sejumlah orang berperilaku bak 'zombie' karena kecanduan tranq. Pada video itu terlihat sejumlah orang jalan sempoyongan, jongkok dan menunduk. Bahkan, tertidur di jalan.
Dikutip dari Food and Drug Administration (FDA), tahun 2023), tranq adalah obat bius yang biasa digunakan untuk hewan besar, seperti kuda dan rusa. Namun, tidak aman digunakan pada manusia. Sehingga dapat menyebabkan efek samping yang serius yang mengancam jiwa.
Tranq sendiri merupakan obat penenang mematikan yang digunakan untuk meningkatkan efek heroin, kokain dan fentanil. Tranq berbahaya karena dapat menekan pernapasan, tekanan darah, detak jantung, dan suhu tubuh hingga tingkat kritis.
Di sisi lain, orang yang menyuntikkan obat yang mengandung xylazine dapat mengalami luka kulit yang parah dan bercak jaringan yang mati hingga membusuk.
Hal itu karena mudah terinfeksi dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan amputasi.
Luka ini dapat berkembang di area tubuh yang jauh dari tempat suntikan. Sehingga dapat mengancam jiwa. Padahal, FDA sudah berkomunikasi dengan penyedia layanan kesehatan tentang risiko pasien yang terpapar xylazine dalam obat-obatan terlarang
Sementara Journal of New England of Medicine melaporkan, zat psikoaktif baru merupakan golongan obat-obatan terlarang yang terus berkembang dan dinamis di Amerika Serikat.
Pada tanggal 12 Juli 2016, suatu kannabinoid sintetis menyebabkan keracunan massal terhadap 33 orang di salah satu lingkungan Kota New York, dalam sebuah peristiwa yang digambarkan di media massa sebagai wabah "zombie" karena penampilan orang-orang yang mabuk tersebut.
Biasanya, kanabinoid sintetis dilarutkan dalam pelarut, diaplikasikan pada substrat herbal inert, dan dihisap dengan cara yang mirip dengan ganja. Dalam 8 tahun terakhir, kanabinoid sintetis telah dikaitkan dengan efek samping yang serius.
Efek samping yang paling sering dilaporkan oleh pengguna meliputi kantuk, pusing, dan detak jantung cepat atau tidak teratur. Kematian dan "zombie" adalah efek paling serius dari narkoba sintetis ini.
(imf/bac)
Add
as a preferred source on Google

2 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·