Sarbumusi Minta Pemerintah Benahi Investasi untuk Ciptakan Lapangan Kerja

2 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Irham Ali Saifuddin mengakui bahwa Program Strategis Nasional (PSN) seperti seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih telah menyerap tenaga kerja.

Meski begitu, Irham menekankan bahwa upaya menarik investasi tetap harus menjadi prioritas karena untuk menciptakan lapangan kerja baru. Menurutnya, gerakan itu berkontribusi dalam membentuk kualitas pekerjaan.

"Kami ingin mengingatkan pemerintah bahwa fokus pada investasi, termasuk investasi asing yang masuk ke Indonesia, juga sangat penting," katanya kepada NU Online pada Senin (8/6/2026).

Lebih lanjut, Irham juga mengingatkan pemerintah agar tetap memprioritaskan persoalan ekonomi, khususnya sektor ketenagakerjaan dengan cara mendatangkan investasi sebesar-sebarnya.

"Investasi tersebut perlu dikonversi menjadi penciptaan lapangan kerja sebanyak-banyaknya dengan kualitas sebaik mungkin, terutama di sektor formal," jelasnya.

Irham menilai kondisi ketenagakerjaan saat ini perlu menjadi perhatian serius karena gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor formal masih terus terjadi. 

Ia menyoroti bahwa banyak PHK terjadi di sektor padat karya, padahal sektor tersebut selama puluhan tahun menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus penyerap tenaga kerja formal dalam jumlah besar. 

"Sektor formal ini kita asumsikan lebih mendekati kondisi kerja yang layak," katanya.

Lebih lanjut, Irham menilai menyusutnya lapangan kerja di sektor padat karya seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah. Menurutnya, penciptaan lapangan kerja baru melalui berbagai PSN memang penting, tetapi upaya mempertahankan sektor-sektor yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi nasional juga tidak kalah penting. 

"Mempertahankan sektor-sektor yang selama ini telah menjadi kekuatan ekonomi Indonesia, khususnya sektor padat karya seperti garmen dan tekstil, juga merupakan hal yang harus menjadi perhatian pemerintah," jelasnya.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah mengklaim bahwa Program MBG bahwa hingga awal 2026 telah membuka sekitar satu juta lapangan kerja baru di berbagai daerah. Menurutnya, setiap dapur juga menggerakkan rantai pasok di tingkat desa, mulai dari petani, peternak, hingga pemasok bahan pangan lokal.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam Taklimat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah Tahun 2026 yang digelar pada Senin (2/2/2026).

“Saya buktikan kepada saudara-saudara, sebagai presiden RI, sekarang saya telah menghasilkan 1 juta lapangan pekerjaan hanya dari MBG,” tegasnya, dikutip NU Online melalui Youtube Sekretariat Presiden. 

"Di tiap desa, tiap dapur menimbulkan pemasok bisa sampai 10 bisa sampai 20 orang itu nanti di ujungnya 82 juta, kita akan menciptakan 3 sampai 5 juta lapangan kerja saudara-saudara," imbuhnya.

Baca Artikel Selengkapnya