Logo Munas dan Konbes NU 2026, Unduh di Sini

2 jam yang lalu 3

Jakarta, NU Online

Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, secara resmi meluncurkan logo Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 [PNG]. Logo tersebut diperkenalkan kepada publik melalui akun media sosial resmi pesantren, @alfalah_ploso.


Sebagaimana diketahui, Pondok Pesantren Al-Falah Ploso ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026, forum permusyawaratan tertinggi kedua dalam organisasi Nahdlatul Ulama setelah Muktamar.


Desain logo tersebut merupakan karya Ning Jazilah Annahdliyah atau Ning Jazil, salah satu dzuriyah Pondok Pesantren Al-Falah Ploso.


"Alhamdulillah, hasil karyaku resmi dipakai Munas Konbes NU, semoga bukan hanya sekadar desain atau logo, tapi makna dan harapannya menjadi doa yang ijabah Allah SWT, amin," tulis Ning Jazil melalui instagramnya dikonfirmasi NU Online, Senin (8/6/2026).


Ning Jazil mengungkapkan bahwa proses pembuatan logo berawal dari permintaan suaminya, Gus Kaustar, agar dirinya mencoba merancang logo untuk kegiatan tersebut. Sebagai bagian dari keluarga pesantren yang menjadi tuan rumah, ia merasa terpanggil untuk ikut berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama melalui karya desain.


"Karena kebetulan Munas-Konbes ini bertempat di rumah kami, Al-Falah Ploso, saya terinspirasi ingin ikut berhidmah kepada Nahdlatul Ulama. Secara pribadi, saya juga memiliki banyak harapan besar kepada NU ke depan," ujarnya.


Ning Jazil menuturkan, proses perancangan logo berlangsung dalam satu malam pada 4 Juni 2026, setelah adanya kepastian bahwa Pondok Pesantren Al-Falah Ploso menjadi tuan rumah Munas dan Konbes NU.


"Prosesnya sangat cepat hanya semalam. Saya nglembur  mulai jam 1-3 malam. Tepat tanggal 4 juni 2026," ungkapnya.


Makna logo Munas Konbes 2026


1. Di bawah payung Al Falah


Elemen utama logo berupa payung yang menaungi simbol Nahdlatul Ulama berbentuk huruf Arab. Payung tersebut melambangkan perlindungan, pengayoman, dan persatuan yang menaungi seluruh elemen dalam kebersamaan


"Harapannya dengan simbol payung ini keberadaan NU benar-benar menjadi keteduhan bagi bangsa ini dan para nahdliyin," ujar Ning Jazil.


"Payung saya umpamakan sebagai simbol keberadaan para masyayikh yang selalu memayungi mengayomi kita dengan kebijaksanaan dan keluasan ilmunya," imbuh Ning Jazil.


2. Huruf NU yang bergandengan

Dalam desain tersebut juga huruf NU dirancang saling bergandengan melambangkan simbol eratnya persaudaraan, kekompakan, dan semangat saling menguatkan dalam mengemban amanah organisasi serta khidmah kepada umat.


3. Warna Emas dan Hijau

Adapun palet warna yang digunakan terdiri atas beberapa gradasi hijau dan emas yang memperkuat identitas visual acara. 


Warna hijau merepresentasikan keteduhan, ketenangan, kedamaian, serta identitas nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh perjuangan.


Sementara warna emas melambangkan harapan akan kejayaan, kemuliaan, dan masa depan yang gemilang.


Logo juga menggunakan kombinasi tipografi Neilvard Semibold One dan Montserrat Semi Bold yang menghadirkan kesan modern, tegas, namun tetap elegan. 


Ning Jazil berharap pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026 dapat berjalan dengan khidmat serta memperkuat persaudaraan dan sinergi di lingkungan Nahdlatul Ulama.


"Harapannya, semoga Munas-Konbes berjalan dengan khidmat, penuh rasa persaudaraan, kekompakan, dan saling bersinergi demi Nahdlatul Ulama yang gemilang di masa yang akan datang. Amin," tuturnya.


Munas dan Konbes NU 2026 dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, yang menjadi salah satu pesantren bersejarah dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.

Baca Artikel Selengkapnya