Ilustrasi pesawat dari Wuhan ke Jakarta.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perjalanan dari Jakarta ke Wuhan kini tidak lagi membutuhkan transit. Rute penerbangan langsung yang menghubungkan kedua kota resmi dibuka, menandai babak baru dalam konektivitas antara Indonesia dan China.
Rute ini diluncurkan pada Ahad, dengan penerbangan perdana berangkat dari Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, menuju Jakarta. Lebih dari 150 penumpang tercatat dalam penerbangan pertama tersebut.
Penerbangan dengan nomor MF8683 lepas landas dari Bandara Internasional Wuhan Tianhe pada pukul 16.40 waktu setempat dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Rute ini dioperasikan menggunakan pesawat Boeing 737-800 Max dan dijadwalkan terbang empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Ahad, sebagaimana diberitakan China.org.cn.
Pembukaan rute ini sekaligus mengisi kekosongan konektivitas langsung antara Wuhan dan Jakarta yang selama ini belum tersedia. Sebelumnya, perjalanan antara kedua kota harus ditempuh dengan transit di kota-kota lain seperti Guangzhou atau Singapura.
Dengan adanya penerbangan langsung, waktu tempuh perjalanan diharapkan menjadi lebih efisien. Penumpang tidak lagi harus menghabiskan waktu tambahan untuk proses transit, sehingga perjalanan menjadi lebih praktis dan nyaman.
Bagi pelaku bisnis, rute ini dinilai akan membuka peluang baru dalam memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan wilayah China tengah. Wuhan sendiri dikenal sebagai salah satu pusat industri dan logistik penting di China.
Selain sektor bisnis, sektor pariwisata juga berpotensi mendapatkan dorongan. Kemudahan akses diyakini akan meningkatkan arus wisatawan antara kedua negara, baik dari Indonesia ke China maupun sebaliknya.
Wuhan memiliki sejumlah destinasi wisata sejarah dan budaya yang cukup dikenal, sementara Indonesia, khususnya Jakarta dan sekitarnya, tetap menjadi pintu masuk utama wisatawan China ke Asia Tenggara.
Pembukaan rute ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan penerbangan internasional dari wilayah China tengah ke kawasan Asia Tenggara. Selama ini, konektivitas internasional China lebih terpusat di kota-kota pesisir seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou.

6 hari yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·