Houthi Ancam Tutup Bal al-Mandeb, sampai 'Manusia dan Jin tak Bisa Membuka'

2 jam yang lalu 2

Sebuah perahu berlayar melewati kapal kargo Galaxy Leader, yang disita oleh Houthi di lepas pantai pelabuhan Al-Salif di Laut Merah di provinsi Hodeidah, Yaman, Selasa (5/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Kelompok Houthi di Yaman kembali mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandeb, pintu satu-satunya dari selatan menuju Laut Merah dan Terusan Suez. Hal ini dilakukan jika Presiden AS Donald Trump terus menghalang-halangi perdamaian di Timur Tengah.

“Jika Sanaa memutuskan untuk menutup Bab al-Mandeb, maka seluruh umat manusia dan jin tidak akan berdaya untuk membukanya,” tulis Wakil Menteri Luar Negeri pemerintahan Houthi di Sanaa Hussein al-Ezzi dalam pernyataannya di X.

 “Oleh karena itu, yang terbaik bagi Trump – dan negara-negara lain yang terlibat – adalah segera mengakhiri semua praktik dan kebijakan yang menghambat perdamaian, dan menunjukkan rasa hormat yang diperlukan terhadap hak-hak rakyat dan bangsa kita.” 

Bab al-Mandeb menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden dan merupakan titik penghubung pelayaran utama yang menyalurkan lalu lintas laut menuju Terusan Suez. Lebarnya 29 km (18 mil) pada titik tersempitnya, membatasi lalu lintas pada dua jalur untuk pengiriman masuk dan keluar. 

Ini adalah salah satu rute terpenting di dunia untuk pengiriman komoditas global melalui laut, khususnya minyak mentah dan bahan bakar lainnya dari Teluk ke Mediterania, serta komoditas tujuan Asia, termasuk minyak Rusia.

Houthi sempat menutup akses ini untuk kapal-kapal yang menuju Israel sebagai pembelaan terhadap Gaza sejak 2023. AS bersama sekutu terpaksa mengerahkan kapal tempur untuk membuka blokade tersebut pada 2025.

Baca Artikel Selengkapnya