REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rusia mengklaim berhasil menyerang sejumlah infrastruktur militer Ukraina dan menembak jatuh ratusan drone dalam operasi yang berlangsung selama 24 jam terakhir. Di sisi lain, Ukraina menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis di wilayah Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia, Ahad (15/6/2026), menyatakan bahwa pasukan Rusia menggunakan pesawat tempur, drone, rudal, dan artileri untuk menyerang depot penyimpanan drone jarak jauh milik Ukraina, serta fasilitas energi, transportasi, dan pelabuhan yang terkait dengan operasi militer Kiev.
Dalam pernyataannya, Rusia juga mengklaim telah menyerang 150 lokasi yang digunakan sebagai tempat penempatan sementara pasukan Ukraina dan tentara bayaran asing. Selain itu, Moskow menyebut berhasil menembak jatuh 483 drone Ukraina dalam kurun waktu sehari.
Sementara itu, sejumlah wilayah Rusia, termasuk kawasan di sekitar Moskow, dilaporkan menjadi sasaran serangan drone Ukraina. Serangan tersebut menyebabkan korban sipil dan memicu pengerahan tim tanggap darurat.
"Warga dan layanan darurat sedang bekerja di lokasi jatuhnya puing-puing drone," kata Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin melalui pernyataan resminya.
Di pihak lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Ukraina berhasil menyerang sejumlah target penting di Rusia. Melalui unggahan di media sosial X, Zelensky menyebut salah satu sasaran serangan adalah fasilitas minyak di wilayah Yaroslavl yang dinilai memiliki peran strategis dalam cadangan energi Rusia.
Selain itu, Ukraina juga mengklaim menyerang pabrik kimia Azot di wilayah Tula, yang disebut sebagai salah satu fasilitas utama produksi bahan peledak di Rusia.
Serangan saling balas antara kedua negara menunjukkan konflik yang masih terus berlangsung tanpa tanda-tanda mereda. Baik Moskow maupun Kiev terus meningkatkan operasi militer mereka di tengah upaya diplomatik yang belum menghasilkan terobosan berarti untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Perang Drone Kian Menentukan Jalannya Konflik
Perang Rusia-Ukraina semakin menunjukkan bagaimana teknologi drone telah mengubah wajah peperangan modern. Jika pada awal konflik pertempuran banyak ditentukan oleh tank, artileri, dan pasukan darat, kini kedua belah pihak semakin mengandalkan drone untuk menyerang target strategis jauh di belakang garis depan. Serangan terhadap depot logistik, fasilitas energi, pangkalan militer, hingga kawasan industri pertahanan menjadi lebih mudah dilakukan tanpa harus mengerahkan pasukan dalam jumlah besar.
Dalam beberapa bulan terakhir, baik Rusia maupun Ukraina terus meningkatkan kapasitas produksi dan penggunaan drone. Rusia memanfaatkan drone untuk mendukung serangan terhadap infrastruktur militer dan energi Ukraina, sementara Kiev menggunakannya untuk menjangkau wilayah Rusia yang sebelumnya relatif aman dari serangan langsung. Kemampuan drone terbang ratusan bahkan ribuan kilometer membuat batas geografis tidak lagi menjadi penghalang utama dalam operasi militer.
sumber : Xinhua

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·