5 Fakta yang Perlu Diketahui dari Kesepakatan Damai AS dan Iran

2 jam yang lalu 3
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya berujung pada kesepakatan. Kedua negara akan segera menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang dijadwalkan pekan ini di Swiss.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan ini akan mencakup pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CNNIndonesia.com merangkum fakta-fakta mengenai kesepakatan AS-Iran.

Kesepakatan diteken 19 Juni

Menurut keterangan Trump, MoU AS-Iran akan diteken di Swiss pada Jumat (19/6) mendatang.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyampaikan hal serupa dan mengatakan kesepakatan ini tercapai berkat mediasi Qatar, serta kontribusi besar Arab Saudi dan Turki.

"Penandatanganan resmi akan dilakukan pada Jumat, 19 Juni di Swiss. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka mencari solusi diplomatik dalam konflik ini," kata Sharif, seperti dikutip kantor berita Iran Mehr.

Disetujui Iran

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran telah mengonfirmasi soal kesepakatan ini.

SNSC menyatakan Teheran dan Washington sudah merampungkan teks MoU atas arahan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, dukungan tak tergoyahkan rakyat Iran, serta upaya tak kenal lelah pasukan bersenjata Teheran.

"Berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, teks MoU mengenai negosiasi penghentian perang antara Iran dan AS telah difinalisasi pada 15 Juni malam," demikian pernyataan SNSC.

Selat Hormuz bebas bea masuk

Menurut pernyataan Trump, kesepakatan AS-Iran akan mencakup komitmen untuk tidak mematok sepeser pun tarif terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Trump mengatakan hal itu dalam wawancaranya dengan The New York Times pada Minggu (14/6).

Mehr sementara itu melaporkan bahwa nota kesepahaman ini akan mencakup komitmen untuk menghentikan perang di semua front, termasuk Lebanon. Kesepakatan juga disebut meliputi perjanjian untuk mencairkan dana Iran yang selama ini dibekukan.

Meski begitu, belum ada rincian resmi mengenai isi kesepakatan AS-Iran yang akan diteken pada Jumat.

Netanyahu nyaris bikin deal gagal

Trump mengatakan kesepakatan ini nyaris gagal karena ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Dalam wawancara dengan The New York Times pada Minggu (14/6), Trump mengatakan Netanyahu tak setuju dengan kesepakatan AS-Iran karena ngotot ingin melanjutkan perang.

"Dia orang yang sangat sulit," kata Trump mengenai Netanyahu.

Trump sebut Israel bakal hancur jika perang tak usai

Dalam wawancaranya dengan The New York Times, Trump sempat menyentil Netanyahu yang ngotot ingin melanjutkan perang dengan Iran.

Trump berujar Israel bisa binasa hanya dalam dua jam jika tetap bersikeras perang.

Israel menurutnya tak akan selamat dari gempuran Iran, apalagi dengan kondisi Iran memiliki kapasitas uranium nyaris selevel senjata nuklir.

"Sejujurnya, dia (Netanyahu) harusnya berterima kasih kepada kami karena telah melakukan ini (menghentikan pertempuran). Sebab jika Iran punya senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan dalam dua jam," lanjutnya.

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google
Baca Artikel Selengkapnya