Rupiah melemah seiring probabilitas pengetatan kebijakan The Fed

2 jam yang lalu 5
Para pedagang sekarang melihat probabilitas yang jauh lebih tinggi untuk pengetatan kebijakan Fed dalam beberapa bulan mendatang setelah pertemuan kebijakan minggu lalu dan komentar yang agresif dari para pejabat

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Rabu sore melemah 93 poin atau 0,52 persen menjadi Rp17.952 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.859 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah disebabkan probabilitas lebih tinggi atas pengetatan kebijakan Federal Reserve (The Fed).

“Para pedagang sekarang melihat probabilitas yang jauh lebih tinggi untuk pengetatan kebijakan Fed dalam beberapa bulan mendatang setelah pertemuan kebijakan minggu lalu dan komentar yang agresif dari para pejabat. Pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sekitar 70 persen pada bulan September, dan sepenuhnya memperkirakan kenaikan lainnya pada bulan Desember,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Sentimen lainnya berasal dari kesepakatan antara Iran dan AS yang masih diliputi ketidakpastian seiring pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Iran telah menyetujui inspeksi nuklir hingga tak terbatas. Adapun Teheran menyampaikan bahwa mereka tak membuat konsesi seperti itu dalam negosiasi.

Baca juga: Rupiah pada Rabu pagi melemah jadi Rp17.931 per dolar AS

Melihat sentimen dalam negeri, pasar disebut merespons positif terhadap Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menunda penilaian aksesibilitas pasar Indonesia hingga November.

“Peninjauan yang diperpanjang ini menyusul kekhawatiran yang muncul awal tahun ini mengenai aksesibilitas pasar, dengan penyedia indeks membekukan perubahan pada indeks ekuitas Indonesia pada Januari karena masalah investability,” kata Ibrahim.

Dengan demikian, lanjut dia, proses peninjauan terhadap status pasar Indonesia masih berlangsung dan akan menjadi salah satu perhatian utama para pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan.

Hasil evaluasi tersebut dipandang penting karena dapat memberikan gambaran mengenai persepsi investor internasional terhadap kualitas, keterbukaan dan efisiensi pasar modal domestik.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.955 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.868 per dolar AS.

Baca juga: Kurs rupiah melemah seiring rapuhnya perundingan damai AS dengan Iran

Baca juga: Rupiah pada Senin pagi melemah jadi Rp17.813 per dolar AS

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya