Jakarta (ANTARA) - CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebut nilai pemesanan atau peak orderbook penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara tercatat mencapai sekitar 4,6 miliar dolar AS.
Menurut Rosan, awalnya Danantara menetapkan target penghimpunan dana sebesar 1 miliar dolar AS, namun permintaan yang masuk mencapai sekitar 4,6 miliar dolar AS.
"Dari rencana 1 miliar dolar AS yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih 4,6 miliar dolar AS. Melihat book building yang begitu tinggi, artinya kami meng-upsize atau meningkatkan dari 1 miliar dolar AS menjadi 1,5 miliar dolar AS," kata Rosan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Ia mengatakan capaian tersebut diperoleh setelah Danantara melakukan rangkaian roadshow ke sejumlah pusat keuangan dunia dan bertemu dengan 122 investor dari berbagai negara untuk memaparkan strategi investasi serta kebijakan perusahaan.
Melihat tingginya permintaan tersebut, Danantara memutuskan meningkatkan nilai penerbitan obligasi menjadi 1,5 miliar dolar AS. Obligasi itu diterbitkan dalam dua tenor, yakni lima tahun dan 10 tahun.
Rosan menjelaskan, pada awal proses penerbitan sejumlah pihak memperkirakan Danantara harus menawarkan tingkat imbal hasil (yield) di atas 6 persen hingga 7 persen karena kondisi pasar yang saat itu tengah menghadapi tekanan.
Namun, tingginya permintaan investor membuat Danantara mampu memperoleh biaya pendanaan yang lebih kompetitif. Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan yield 5,35 persen, sedangkan tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen.
"Di lihat dari segi permintaannya, dilihat dari segi yield-nya yang relatif rendah. Karena kalau mereka tidak percaya, pastinya mereka minta yield premium yang sangat tinggi," jelasnya.
Rosan menambahkan, keberhasilan penerbitan obligasi perdana ini membuka peluang bagi Danantara untuk menerbitkan obligasi dengan tenor yang lebih panjang di masa mendatang, termasuk hingga 30 tahun, seiring tingginya minat pasar terhadap instrumen investasi yang diterbitkan Danantara.
Baca juga: Rosan: Keberhasilan Global bond Danantara bukti kepercayaan investor
Baca juga: Danantara rilis obligasi 1,5 miliar dolar AS disambut antusias pasar
Baca juga: Danantara bantah isu orang kaya wajib beli Obligasi Merah Putih
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·